Recent Blog post

Pengertian
Apa itu alergi makanan ?

Alergi makanan adalah suatu reaksi yang timbul sebagai akibat dari kekeliruan sistem imun dalam menanggapi protein yang terkandung dalam makanan.
Akibatnya timbul respons protektif berupa pelepasan histamin dan mediator lainnya yang dapat memengaruhi sistem pernapasan, pencernaan, pembuluh darah dan kardiovaskular.


Kondisi ini memengaruhi 250 - 550 juta orang di seluruh dunia.
Dengan prevalensi 6-8% terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun dan 4% pada orang dewasa.
Ada kemungkinan alergi telur dan susu sapi akan menghilang seiring bertambahnya usia.
Namun tidak dengan alergi kacang-kacangan dan hidangan laut yang umumnya akan terus menetap.


Alergi makanan berbeda dengan intoleransi makanan, meski keduanya memiliki gejala yang hampir sama.
Pada intoleransi makanan, reaksi yang timbul tidak melibatkan sistem imun namun di picu oleh beberapa faktor seperti ketiadaan enzim tertentu, zat tambahan dalam makanan, faktor psikologis, penyakit celiac dan beberapa faktor lainnya.


Gejala intoleransi makanan pada umumnya timbul secara bertahap, tidak serta merta timbul saat itu juga.
Penderitanya pun masih dapat mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah kecil.
Berbeda dengan alergi makanan yang langsung menimbulkan reaksi selepas mengonsumsi makanan tertentu meski hanya sedikit.


Ikhtisar Penyakit Alergi Makanan

Organ terlibat Memengaruhi organ pada sistem pernapasan, pencernaan dan pembuluh darah.
Penyebab Protein dalam makanan tertentu.
Penularan Tidak menular.
Gejala Biduran, mual, muntah, mengi, sesak napas, pembengkakan pada wajah, sekitar mata maupun bibir.
Pengobatan Antihistamin dan injeksi epinefrin (adrenalin).


Tanda dan Gejala
Apa saja ciri-ciri dan gejala alergi makanan ?

Tanda dan gejala alergi makanan yang paling umum meliputi:

  1. Gastrointestinal. Diare, sembelit, mual, muntah, penolakan makan, regurgitasi, disfagia dan kolik.
  2. Respiratorius. Mengi, batuk, sesak napas, hidung tersumbat, bersin dan rinore.
  3. Kulit. Urtikaria (biduran) dan angiodema atau pembengkakan pada wajah, sekitar mata, bibir, lidah dan langit-langit mulut.

Pada beberapa orang, alergi makanan dapat memicu reaksi alergi parah yang disebut dengan anafilaksis.
Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin karena dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.
Reaksi yang ditimbulkan antara lain seperti:


  • Konstriksi atau penyempitan saluran udara yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Pembengkakan atau sensasi benjolan pada tenggorokan.
  • Takikardia atau peningkatan detak jantung yang sangat cepat.
  • Tekanan darah yang menurun secara drastis.
  • Pingsan atau hilang kesadaran.

Beberapa orang memiliki kepekaan yang sangat terhadap alergen makanan, sekedar bersentuhan atau mencium baunya saja dapat memicu timbulnya reaksi.

Kapan harus periksa ke dokter ?
Segera periksakan diri ke dokter apabila mendapati gejala alergi sesaat setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Hubungi instalasi gawat darurat sesegera mungkin bila mendapati adanya reaksi anafilaksis.


Penyebab dan Faktor Risiko
Apa penyebab alergi makanan ?
Hampir semua jenis makanan dapat menyebabkan alergi.
Namun ada beberapa jenis makanan tertentu yang bertanggung jawab pada sekitar 90% kejadian alergi di seluruh dunia, diantaranya yakni makanan laut misalnya udang (alergi udang), telur, kacang-kacangan, gandum, kedelai dan susu.


Pada anak-anak, telur, susu dan kacang-kacangan menjadi penyebab alergi yang paling umum.
Sedangkan orang dewasa lebih sering mengalami alergi pada makanan laut juga kacang-kacangan.
Tak jarang ada pula orang dewasa yang mengalami reaksi alergi selepas mengonsumsi buah dan sayur segar, suatu kondisi yang disebut dengan sindrom alergi oral.


Siapa yang lebih berisiko terjangkit alergi makanan ?
Faktor risiko alergi makanan meliputi:

  • Riwayat keluarga. Seseorang akan lebih berisiko mengalami alergi makanan apabila ia terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat alergi atau penyakit atopik seperti eksim, asma, urtikaria dan hay fever (rhinitis alergi).
  • Riwayat pribadi. Seseorang dengan penyakit asma dan alergi lainnya berisiko besar mengalami alergi makanan.
  • Usia. Alergi makanan lebih sering terjadi pada anak-anak terutama bayi dan balita dibandingkan orang dewasa. Khusus untuk alergi susu dan telur biasanya akan menghilang seiring bertambahnya usia.

Pemeriksaan dan Diagnosis
Bagaimana memastikan diagnosis alergi makanan ?
Diagnosis alergi makanan diawali dengan anamnesis, yakni tanya jawab seputar gejala, makanan apa yang diduga menjadi penyebab, riwayat alergi anggota keluarga dan riwayat kesehatan pasien sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik menyeluruh.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang tersedia antara lain sebagai berikut:

  1. Tes tusuk kulit. Tes ini dilakukan dengan cara menusukkan jarum kecil khusus yang mengandung ekstrak alergen atau sampel makanan yang dicurigai sebagai penyebab. Hasilnya akan diperoleh dalam waktu 15-20 menit. Jika positif (+), maka akan timbul bentol merah dan gatal pada area kulit yang ditusuk.
  2. Tes IgE spesifik. Bagi yang kurang sensitif atau justru sangat sensitif terhadap tes kulit, dapat memilih tes IgE spesifik. Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar antibodi IgE terhadap makanan tertentu dalam darah. Dilakukan dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay). Hasilnya tersedia kurun waktu sekitar seminggu.
  3. Tes eliminasi provokasi makanan. Mengeliminasi makanan tertentu yang diduga sebagai penyebab selama 4-6 minggu. Selepas itu makanan diprovokasi atau diperkenalkan kembali. Jika gejalanya hilang saat makanan dieliminasi namun datang lagi setelah diperkenalkan kembali, disimpulkan mengalami alergi.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati alergi makanan di rumah ?
Tidak ada pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengobati alergi makanan.Satu-satunya cara yang paling efektif yakni dengan menghindari makanan tertentu yang di duga sebagai penyebab.
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai makanan pengganti yang tersedia guna mencukupi kebutuhan nutrisi.


Apa saja penanganan dan obat alergi makanan di layanan kesehatan ?
Ada dua jenis pengobatan utama yang dapat digunakan untuk meringankan gejala alergi makanan.
Pertama antihistamin, digunakan untuk mengatasi reaksi alergi ringan hingga sedang.
Tersedia dalam bentuk obat resep maupun obat bebas.
Sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter pemilihan jenis histamin yang tepat.


Pengobatan kedua dengan menggunakan injeksi epinefrin (adrenalin) bertujuan untuk mengatasi reaksi alergi yang parah atau anafilaksis.
Obat ini bekerja dengan dua cara, yakni mempersempit pembuluh darah guna melawan efek tekanan darah rendah dan melebarkan saluran pernapasan guna membantu meredakan kesulitan bernapas.


Komplikasi
Apa bahaya komplikasi alergi makanan yang mungkin timbul ?
Komplikasi alergi makanan meliputi anafilaksis dan dermatitis atopik.

Pencegahan
Bagaimana mencegah alergi makanan ?
Cara terbaik yang dapat dilakukan guna mencegah timbulnya reaksi alergi ialah dengan mengetahui dan menghindari makanan tertentu yang menjadi pemicunya.
Berhati-hatilah ketika mengonsumsi makanan di luar rumah atau makanan kemasan.
Pastikan untuk membaca label makanan dengan saksama.


Khusus orang tua, disarankan untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama sejak bayi dilahirkan.
Tanpa perlu memberikan makanan atau minuman apapun.
Hal ini bertujuan guna mencegah alergi dan memastikan kesehatan bayi yang optimal.
Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) hanya diperkenankan ketika bayi telah memasuki usia 6 bulan.

Alergi Makanan : gejala, penyebab, pengobatan

Kamis, 22 Agustus 2019
0
Tahukah Anda jika rambut yang normal akan tumbuh mengikuti siklus pertumbuhan yang normal pula?
Alaminya rambut tumbuh pada fase Anagen yang berlangsung selama 3-4 tahun dan rambut akan beristirahat pada fase Telogen yang berlangsung sekitar tiga bulan.
Pada akhir fase Telogen, rambut akan mengalami kerontokan dan digantikan dengan rambut yang baru.


Normalnya, seseorang akan kehilangan sekitar 100 helai rambut setiap harinya.
Namun jika rambut hilang lebih dari jumlah tersebut maka seseorang dapat dikategorikan mengalami kerontokan rambut yang tidak normal.
Hilangnya rambut secara berlebihan masuk dalam kategori normal saat seseorang semakin tua.
Namun, hilangnya rambut juga dapat disebabkan oleh penyakit atau obat tertentu.


Para pria adalah kaum yang paling sering mengalami kerontokan rambut, terutama pada bagian atas kepala mereka.
Biasanya kerontokan rambut akan berbentuk seperti cincin berbentuk tapal kuda rambut di seluruh sisi kepala.
Kebotakan pada pria kebanyakan disebabkan oleh gen, dan dipicu oleh hormon tetosteron yang mereka miliki.
Sedangkan pada wanita, kebotakan atau kerontokan rambut hanya terjadi di bagian atas kulit kepala.


Ada pula bentuk kelainan yang dapat menyebabkan rambut rontok.
Seseorang yang memiliki kondisi autoimun, yang disebut alopecia areata akan kehilangan rambut pada kulit kepala, bahkan pada bagian lain dari tubuh mereka.
Selain itu ada pula kelainan psikologi bernama trikotilomania yang membuat para penderitanya secara kompulsif mencabuti rambut mereka sendiri.
Mengikat rambut terlalu ketat, mengecat atau mengeriting rambut juga dapat menjadi penyebab rontoknya rambut.


Berikut beberapa kondisi kesehatan yang menjadi penyebab terjadinya rambut rontok :

  • Obat-obatan seperti antidepresan, retinoid, NSAID, pengencer darah, pil KB dan pengobatan hormonal lainnya, obat tekanan darah tinggi, kemoterapi, dan radiasi
  • Infeksi berat
  • Operasi mayor
  • Kelebihan atau kekurangan hormon tiroid
  • Permasalahan hormon lainnya
  • Stres berat
  • Penyakit autoimun, seperti lupus
  • Infeksi jamur kulit kepala
  • Kehamilan dan melahirkan


Ketika penyebab kerontokan rambut adalah obat, segera hentikan penggunan obat guna mencegah kerontokan lebih lanjut.
Rambut rontok akibat obat, radiasi, dan kemoterapi akan dapat kembali tumbuh setelah proses pengobatan selesai.


Kerontokan yang parah dapat diatasi dengan menutupinya dengan wig atau topi.
Selain itu transplantasi rambut juga dapat menjadi solusi guna mendapatkan rambut pengganti yang lebih permanen.

Penyebab Rambut Rontok

Selasa, 20 Agustus 2019
0
Kehadiran ketombe terasa amat sangat menyebalkan.
Rasa gatal yang ditimbulkan plus serpihan-serpihan putih yang merajai pundak baju menjadi kombinasi sempurna dalam menempatkan suasana hati seseorang pada tingkat yang buruk.
Agar kekesalan tak semakin menjadi, ketahui berbagai cara menghilangkan ketombe berikut ini!


Beragam cara menghilangkan ketombe yang alami nan efektif
Ketombe adalah gangguan kulit yang terkait erat dengan proliferasi jamur lipofilik dari genus Malassezia yang merupakan bagian dari flora normal kulit manusia.
Kehadirannya ditandai dengan penumpahan sejumlah besar serpihan kulit mati dan rasa gatal yang akan semakin menjadi ketika cuaca panas.


Meski nampak bertentangan dengan kepercayaan populer, nyatanya ketombe dapat meningkat saat seseorang terlalu sering keramas bahkan dengan sampo ketombe yang diyakini dapat menyingkirkannya.

Kondisi tersebut akan semakin memburuk ketika stres melanda.
Hingga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan dermatitis seboroik, yakni kondisi ketombe parah yang dapat menyebar ke area kulit lain, seperti alis, sisi hidung, ketiak, belakang telinga hingga area sekitar kemaluan disertai dengan peradangan atau kemerahan.


Untuk menghilangkan ketombe, ada beragam cara yang dapat diterapkan.
Misal dengan memanfaatkan tea tree oil, minyak kelapa murni, gel lidah buaya dan beberapa perubahan gaya hidup, yakni dengan meminimalkan tingkat stres dan konsumsi makanan yang menyehatkan.


Berikut cara menghilangkan ketombe selengkapnya:

1. Coba Tea Tree Oil
Secara historis, tea tree oil memang telah lama digunakan dalam membantu mengatasi sejumlah masalah kulit seperti jerawat, ketombe hingga psoriasis.
Sifat anti-mikroba, antijamur dan anti-inflamasinya yang begitu kuat menjadi alasan dibalik khasiatnya tersebut.


Untuk menggunakannya sebagai obat ketombe alami, encerkan terlebih dahulu tea tree oil dengan beberapa tetes minyak pembawa (carrier oil) seperti minyak zaitun atau minyak kelapa.
Lantas aplikasikan langsung pada area kulit yang berketombe.


2. Gunakan Minyak Kelapa Murni
Minyak kelapa murni (virgin coconut oil) dapat dipilih sebagai salah satu cara menghilangkan ketombe yang efektif.
Pasalnya, minyak ini kaya akan asam lemak rantai menengah, termasuk asam laurat dan asam kaprat yang bersifat antimikroba sekaligus dapat meningkatkan hidrasi kulit sehingga akan mengganggu perkembangbiakan jamur penyebab.


3. Manfaatkan Gel Lidah Buaya
Lidah buaya merupakan salah satu jenis tanaman sukulen yang memiliki beragam manfaat, tak terkecuali dalam memberantas ketombe yang membandel.
Kemampuan antijamur serta kandungan glikoprotein dan berbagai mineralyang dimilikinya telah terbukti efektif dalam mengontrol rasa gatal dan membuat jera jamur penyebab untuk datang kembali.


4. Minimalkan Tingkat Stres
Stres kronis atau yang berkepanjangan dapat bermanfestasi pada munculnya masalah kulit termasuk dermatitis seboroik yang kerap ditandai dengan munculnya serpihan ketombe disertai kulit kering, kemerahan dan gatal.
Dalam kondisi parah, stres dapat mengundang ancaman penyakit yang lebih serius, seperti diabetes, penyakit jantung dan demensia.


Melihat imbas buruknya tersebut, maka penting untuk meminimalkan tingkat stres yang ada melalui beberapa cara.
Diantaranya dengan yoga, olahraga, mengunjungi destinasi wisata yang menarik, menjalani hobi dan terpenting tentunya dengan lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta.


5. Tingkatkan Asupan Omega-3
Menambah asupan makanan kaya asam lemak omega-3 seperti ikan berlemak, chia seed, buah alpukat dan sebagainya bermanfaat dalam mengontrol produksi minyak dan menghidrasi kulit dari dalam sehingga dapat membantu memerangi ketombe sekaligus memelihara kesehatan kulit secara keseluruhan.

Bagi ibu hamil, asupan omega-3 sebesar 200-300 mg/hari sangatlah dibutuhkan bukan hanya untuk mengusir ketombe, namun lebih dari itu yakni sebagai salah satu dasar pembentukan sel dan perkembangan otak bayi.

6. Gunakan Baking Soda
Dikenal sebagai eksfoliator alami untuk perawatan kulit kusam, nyatanya baking soda juga memiliki efek antijamur yang tak hanya bermanfaat dalam pengobatan ketombe ringan namun pada masalah kulit yang lebih parah seperti psoriasis maupun dermatitis atopik.

Untuk hasil terbaik, aplikasikan langsung 1 sdm baking soda pada kulit kepala dan rambut yang basah.
Pijat dengan lembut selama beberapa menit, diamkan sesaat sebelum di bilas dengan air dingin.
Pada area kulit lainnya dapat diterapkan dengan cara serupa.


7. Konsumsi Makanan & Minuman Probiotik
Ada banyak manfaat potensial yang dapat diperoleh dari konsumsi makanan maupun minuman yang mengandungprobiotik.
Mulai dari perlindungan terhadap sensitisasi alergi, mendukung sistem pencernaan hingga mampu meningkatkan fungsi sistem imun yang sekaligus membantu tubuh dalam melawan infeksi jamur.


Ada beraneka sumber makanan juga minuman sehat yang kaya akan probiotik.
Antara lain seperti kimchi, yogurt tanpa pemanis dan perasa tambahan, tempe, kefir, keju cottage, cuka sari apel dan banyak lagi.


Terapkan beragam cara menghilangkan ketombe di atas secara konsisten dan berkelanjutan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter ahli bila masalah ketombe yang dialami merupakan efek samping lain dari gangguan kulit yang lebih parah. 

Cara Efektif Menghilangkan Ketombe Sampai Tuntas

Kamis, 15 Agustus 2019
0
Rasanya hampir tidak mungkin kita bisa terhindar dari paparan polusi. Bagaimana tidak, setiap hari kita dikelilingi oleh asap kendaraan bermotor, rokok, pestisida, hingga kabut asap hasil industri. Maka jangan heran jika lama-kelamaan, Anda rentan terserang penyakit akibat menumpuknya racun polusi dalam tubuh.

Selain menghindari berbagai penyebab polusi tersebut, pemilihan menu makanan yang tepat bisa membantu mengurangi efek buruk bahan kimia dalam tubuh. Lantas, apa saja makanan penangkal polusi itu? Berikut selengkapnya.

Berbagai jenis makanan penangkal polusi
Pencemaran atau polusi udara mengandung sedikitnya 6 partikel, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon. Apabila terhirup, kombinasi keenam zat polutan tersebut dapat memicu stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.

Selain dengan memakai masker tiap kali ke luar rumah, konsumsi makanan bergizi ternyata juga dapat membantu menangkal polusi, lho! Nah, berikut ini berbagai jenis makanan penangkal polusi yang wajib Anda konsumsi setiap hari, di antaranya:

1. Brokoli
Brokoli termasuk salah satu jenis sayuran alias makanan penangkal polusi paling ampuh. Menurut sebuah penelitiandari Johns Hopkins University, konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung brokoli dapat membantu mengeluarkan kandungan ozon yang mengendap dalam tubuh.

Brokoli mengandung senyawa antikanker bernama sulforafan, tugasnya membantu mengeluarkan zat-zat racun melalui usus. Sulforafan juga membuat sel-sel tubuh lebih aktif melawan partikel berbahaya dalam tubuh, khususnya partikel ozon dari polusi.

Selain itu, setiap 100 gram brokoli mengandung 89 gram vitamin C. Jumlah ini ternyata lebih banyak daripada vitamin C dalam jeruk. Semakin banyak asupan vitamin C, maka sistem kekebalan tubuh juga akan semakin meningkat, terutama dalam melawan paparan polusi.

2. Tomat
Supaya tubuh tidak mudah sakit karena terpapar polusi, coba tambahkan tomat ke dalam menu makanan Anda. Tomat mengandung likopen, sejenis antioksidan yang dapat menyehatkan jantung, saraf, dan tulang bagi tubuh. Likopen juga dapat membantu menangkal paparan radikal bebashingga polusi udara.

Menurut sebuah penelitian dalam European Respiratory Journal tahun 2017, orang dewasa yang makan lebih dari 2 tomat sehari cenderung memiliki paru-paru yang lebih kuat. Hal ini juga tidak terlepas dari kandungan betakaroten dan vitamin C pada tomat yang dapat mengurangi peradangan pada saluran napas.

Dengan makan tomat, paru-paru Anda akan jauh lebih sehat dan terhindar dari asma maupun gangguan pernapasan lainnya.

3. Bayam
Bayam dikenal sebagai sayuran sejuta manfaat. Selain bisa bikin tubuh jadi sehat, bayam juga termasuk makanan penangkal polusi yang bisa Anda andalkan.

Bayam mengandung betakaroten, zeaxanthin, lutein, dan klorofil. Kombinasi zat-zat tersebut berperan penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh. 

Zat pemberi warna hijau pada bayam, yakni klorofil, juga termasuk antioksidan kuat yang dapat mencegah terjadinya mutasi sel (antimutagenik). Zat ini juga disebut-sebut mampu menangkal kanker, khususnya pada paru-paru.

Kandungan magnesium pada bayam pun tak kalah bermanfaat. Pasalnya, magnesium sangat dibutuhkan untuk membuat tubuh lebih kebal dalam melawan kabut asap. Semakin banyak Anda makan bayam, paru-paru akan lebih mudah menyapu bersih zat-zat racun dari polusi, sehingga tubuh tetap sehat.

4. Jeruk
Mulai sering batuk-batuk, pilek, atau meriang karena efek buruk polusi di luar? Tenang, rutin makan jeruk bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda ketika berada di luar rumah.

Ya, jeruk termasuk makanan penangkal polusi karena mengandung kaya vitamin C. Jenis vitamin inilah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan paru-paru dari pengaruh buruk pencemaran udara.

5. Teh hijau
Teh hijau telah lama dikenal sebagai minuman super karena khasiatnya. Sudah banyak penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mampu melawan kanker, bahkan juga disebut sebagai minuman penangkal polusi.

Lagi-lagi, hal ini tidak terlepas dari kandungan antioksidannya yang mampu melawan partikel berbahaya dalam tubuh. Senyawa katekin dalam teh hijau juga memberikan efek perlindungan lebih terhadap racun polusi.

Yuk, Tangkis Bahaya Polusi Dengan 5 Makanan Sehat Ini

Selasa, 13 Agustus 2019
0
Faktanya, banyak orang (entah wanita atau pria) percaya bahwa penuaan merupakan hal yang tak dapat dielakkan, sehingga mereka pasrah saja dengan kondisi ini.Padahal, dengan majunya teknologi kesehatan yang ada sekarang, setiap orang sangat mungkin menghilangkan keriput di wajah sehingga dapat membuatnya tampil lebih awet muda.

Nah, jika saat ini keriput yang muncul di sekitar mata dan bibir mulai meresahkan Anda, maka coba terapkan beberapa cara menghilangkan keriput di wajah yang disarankan para ahli berikut ini.
Percayalah, jika dilakukan dengan tekun, maka akan ada perbedaannya yang nampak.
Meski beberapa cara mungkin membutuhkan bantuan dokter kulit, namun ada juga yang dapat dilakukan sendiri di rumah.


Cara Ampuh Menghilangkan Keriput di Wajah
Memiliki gaya hidup yang sehat dapat menjauhkan keriput dari wajah.
Lantas apa saja kebiasaan sehat yang dimaksud agar keriput menjauh?


1. Hindari Paparan Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan penyebab no.1 munculnya kerutan di wajah.
Dalam sebuah studi yang menganalisa partisipan kembar identik, pakar bedah asal New York mendapati kalau efek sinar matahari lebih besar ketimbang genetik.
Partisipan yang jarang terkena sinar matahari dijumpai memiliki lebih sedikit kerutan dan tampak lebih muda secara keseluruhan ketimbang kembarannya yang sering 'berjemur' di luar ruangan.


2. Oleskan Sunscreen
Jika aktivitas mengharuskan Anda berada di bawah terik matahari, pihak American Academy of Dermatologymenyarankan untuk mengoleskan sunscreen di area kulit yang terpapar sinar matahari.
Tak hanya melindungi dari kanker kulit, produk ini juga bisa mencegah munculnya kerutan.


3. Jangan Merokok
Walau beberapa riset masih kontroversi, namun kebanyakan setuju bahwa asap rokok dapat mempercepat efek penuaan pada kulit.
Penyebabnya karena rokok memicu enzim yang dapat menghancurkan kolagen dan elastin, 2 komponen penting dalam kulit.


Studi terhadap saudara kembar yang dilakukan di London menemukan, partisipan yang merokok memiliki lebih banyak kerutan dan kulitnya juga lebih tipis hingga 40%, daripada yang bukan perokok.

4. Cukup Tidur
Cara menghilangkan keriput di wajah berikutnya adalah dengan cukup tidur.
Menurut pakar kulit dari Yale Dermatologist, ketika seseorang kurang tidur, tubuhnya akan mengeluarkan lebih banyak kortisol, hormon yang merusak sel kulit.
Sebaliknya, cukup tidur membuat tubuh menghasilkan lebih banyak HGH (hormon pertumbuhan) yang membantu kulit tetap tebal, elastis, dan minim kerutan.


Selain terkait dengan kerutan di wajah, kurang tidur juga tidak baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

5. Tidur dalam Posisi Terlentang
AAD (American Academy of Dermatology) memperingatkan bahwa tidur dalam posisi yang salah pada malam hari dapat menciptakan kerutan di kulit yang sifatnya ‘menetap’ hingga saat seseorang bangun tidur.

Tidur menghadap ke samping misalnya, dapat meningkatkan kerutan di pipi dan dagu, sedangkan posisi telungkup bisa membuat alis berkerut.
Oleh karena itu, untuk mengurangi munculnya kerutan, AAD menyarankan Anda untuk tidur dalam posisi terlentang saja.


6. Gunakan Kacamata Hitam di Luar Ruangan
AAD juga mengatakan kalau pergerakan ekspresi wajah yang berulang kali seperti mengerdipkan mata karena pandangan buram/ silau, bisa memaksa otot-otot wajah bekerja lebih keras sehingga membentuk lekukan di bawah permukaan kulit.

Lekukan inilah yang nantinya berubah menjadi kerutan.
Solusinya bila pandangan kabur atau silau kena sinar matahari, kenakan kacamata.
Kacamata hitam misalnya, tak hanya bisa melindungi kulit sekitar mata dari kerusakanoleh sinar matahari, namun juga menjauhkan kebiasaan mengerdipkan mata.


7. Makan Lebih Banyak Ikan, khususnya Salmon
Cara menghilangkan keriput di wajah selanjutnya adalah dengan mengonsumsi ikan, khususnya salmon.
Salmon tak cuma sumber protein andalan, namun juga kaya asam omega-3 yang dapat menutrisi kulit dan menjaganya tetap kenyal serta awet muda.


8. Konsumsi Lebih Banyak Kedelai
Sejauh ini, kebanyakan hasil penelitian memang menggunakan binatang sebagai obyeknya, namun riset juga menunjukkan bahwa beberapa komponen dalam kedelai dapat melindungi serta memulihkan kerusakan kulit akibat sinar UV.

Dalam studi terkini yang melibatkan manusia sebagai obyeknya menemukan bahwa, suplemen berbahan dasar kedelai (dan komponen lain seperti protein ikan, ekstrak white tea, biji anggur, dan tomat, serta beberapa vitamin lainnya) dapat meningkatkan struktur kulit dan kepadatannya setelah diminum 6 bulan.

9. Ganti Kopi dengan Kokoa
Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, para ahli menemukan bahwa kokoa mengandungepicatchin dan catechin tingkat tinggi.
Keduanya mampu melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari, meningkatkan sirkulasi darah ke sel kulit, membantu proses hidrasi kulit, dan membuat kulit tampak halus.


10. Makan Bebih Banyak Buah dan Sayur
Kunci mengapa buah dan sayur dapat menghilangkan keriput di wajah adalah karena kandungan antioksidannya.
Selain dapat menangkal kerusakan akibat radikal bebas (molekul tidak stabil yang dapat merusak sel kulit) sehingga kulit jadi lebih muda dan bercahaya, antioksidan juga melindungi kulit terhadap berbagai efek penuaan akibat paparan sinar UV.


11. Gunakan Pelembab
Para wanita yang memuja produk antiaging mungkin memandang rendah pelembab biasa.
Padahal kulit yang lembab selalu terlihat lebih baik karena garis halus dan kerutan jadi tersamarkan.


12. Jangan Terlalu Sering Cuci Muka
Menurut pakar kulit dari Universitas Maryland Medical Center, air keran dapat mengikis minyak alami pelindung kulit dan kelembaban yang bertugas melindungi kulit dari kerutan.
Oleh karena itu, mencuci muka terlalu sering bisa mengikis perlindungan yang diperlukan kulit.
Apalagi jika menggunakan sabun, kecuali jika sabunnya mengandung pelembab, sebaiknya gunakan cleanser untuk membersihkan wajah.


Obat untuk Menghilangkan Keriput di Wajah
Beberapa studi menunjukkan bahwa bahan-bahan berikut dapat menghilangkan keriput di wajah.
Kebanyakan sudah bisa ditemukan dalam berbagai produk kecantikan, baik yang diresepkan dokter atau yang dijual di toko-toko.


1. AHA (Alpha-hydroxy acids)
AHA bisa mengikis lapisan teratas sel kulit mati sehingga kerutan dan garis halus berkurang, terutama di area mata.
Bukti penemuan terbaru menunjukkan kalau pemakaian AHA kadar tinggi bahkan mampu merangsang pembentukan kolagen.


2. Retinoid (Retin A)
Hingga saat ini, satu-satunya obat anti keriput yang disetujui FDA adalah tretinoin atau yang lebih dikenal dengan Retin A.
Krim yang harus diperoleh dengan resep dokter ini dapat mengurangi garis halus dan kerutan, serta memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan sinar matahari.


Retinol merupakan bentuk alami dari vitamin A yang sudah banyak dipakai dalam aneka produk kosmetik.
Berbagai studi menunjukkan bahwa formula retinol yang lebih stabil dengan konsentrasi yang tinggi, maka retinol akan sama efektifnya dengan Retin A, tanpa menimbulkan efek samping seperti kulit terbakar atau menyebabkan kulit jadi sensitif.


3. Vitamin C
Berbagai studi dari Universitas Tulane mendapati bahwa vitamin C dapat meningkatkan produksi kolagen, melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar UVA dan UVB, mengatasi masalah pigmentasi, serta memperbaiki iritasi kulit.
Kuncinya adalah tipe vitamin C apa yang dipakai.
Kebanyakan hasil penelitian menemukan kalau tipe asam askorbatlah yang paling berpotensi dapat mengencangkan kulit wajah sehingga dapat menghilangkan keriput.


4. Idebenone
Bahan ini merupakan ‘sepupu’ dari coenzyme Q10 (CoQ10) yang merupakan antioksidan super.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Dermatology, para dokter menemukan kalau pemakaian 6 minggu idebenone menyebabkan:


  • Kulit kasar dan kering berkurang sebesar 26%
  • Kulit lebih terhidrasi 37%
  • Kerutan dan garis halus menurun 29%
  • Tampilan kulit keseluruhan meningkat 33%

5. Unsur Pertumbuhan Alami dalam Tubuh
Tubuh memang dilengkapi dengan kemampuan untuk tumbuh dan menyembuhkan luka.
Unsur-unsur ini disebut juga growth factor, yang merupakan molekul protein yang secara alami terbentuk di tubuh.
Berkat kemajuan teknologi, unsur ini dapat diproduksi di laboratorium dengan genetikal engginering.
Nah jika growth factor ini diaplikasikan pada kulit, maka kerusakan akibat sinar UV, garis halus, dan kerutan dapat berkurang.
Selain itu, produksi kolagen juga dapat diperbarui karenanya.


6. Pentapeptida
Hasil studi yang didukung oleh National Institutes of Health mendapati pentapeptida bisa meningkatkan produksi kolagen pada kulit yang telah rusak oleh sinar matahari.
Beberapa studi lainnya menunjukkan kalau aplikasi pentapeptida tak hanya mampu merangsang produksi kolagen, namun juga menghilangkan keriput di wajah.


Cara Medis atau Perawatan Spa
Untuk menghilangkan keriput di wajah, tak jarang seseorang lebih memilih menempuh cara medis atau perawatan spa seperti di bawah ini.

1. Botox
Saat diinjeksikan ke dalam kulit, Botulinum toxin A yang sudah dimurnikan akan merilekskan otot di bawah kulit keriput sehingga membuat permukaan kulit jadi lebih halus dan bebas kerut.

2. Wrinkle Filler atau Filler Treatment
Pada prakteknya, dokter akan mengisi kerutan dengan berbagai substansi, termasuk kolagen, hyaluronic acid, dan komponen sintetis lainnya, sehingga permukaan kulit menjadi rata/ halus kembali.

3. Laser
Cara menghilangkan keriput di wajah satu ini menggunakan energi dari laser atau sumber cahaya lainnya untuk mengangkat lapisan teratas kulit sehingga kulit sedikit ‘terluka’.
Hal ini akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak kolagen sehingga hasilnya kulit jadi lebih halus dan bebas keriput.


4. Chemical Peel
Dalam perawatan ini, suatu jenis zat kimia dipakai untuk mengikis lapisan teratas kulit sehingga menimbulkan kerusakan yang memaksa tubuh merespon dengan menghasilkan lebih banyak kolagen.
Alhasil, kulit jadi lebih muda dan halus setelahnya.


5. Dermabrasi
Cara menghilangkan keriput di wajah yang terakhir kita bahas ini menggunakan alat penghisap vakum serta sejenis kristal kimia.
Tujuannya masih sama yakni dengan mengangkat lapisan teratas kulit sehingga kulit yang baru bisa muncul ke permukaan.


Jadi, dari serangkaian cara menghilangkan kerutan di wajah yang disampaikan tadi, mana yang Anda pilih?

Cara Ampuh Menghilangkan Keriput di Wajah

Senin, 12 Agustus 2019
0
Kulit ibarat jendela untuk melihat ke dalam tubuh.
Tampilannya yang sehat, segar dan nampak muda tak hanya menarik pandangan mata namun dapat menjadi pertanda bahwa tubuh berada dalam kondisi kesehatan yang baik.
Tanpa perlu merogoh kocek yang dalam, berikut beragam cara menjaga kesehatan kulit yang dapat dengan mudah diterapkan.


Terapkan secara konsisten beragam cara menjaga kesehatan kulit berikut ini!

Kulit mampu bekerja secara multitasking dengan berperan sebagai garis pertahanan pertama antara tubuh dan dunia luar, mempertahankan keseimbangan cairan, mengatur suhu tubuh, mengenali sensasi nyeri sebagai sinyal terhadap bahaya dan berbagai peran penting lain yang menjadi alasan betapa pentingnya menjaga kesehatan kulit.

Namun ada banyak faktor yang mampu memengaruhi kesehatan kulit.
Mulai dari hormon, genetika, obat-obatan hingga kebiasaan buruk diri sendiri yang kerap diacuhkan sehingga berdampak pada kemampuan kulit dalam menjalankan beragam fungsinya menjadi tidak efektif.


Untuk itu, menjaga kesehatan kulit merupakan suatu kewajiban.
Ada banyak cara sederhana yang dapat dilakukan, diantaranya dengan membatasi diri terhadap paparan sinar matahari, banyak mengonsumsi makanan yang sehat, membersihkan kulit secara teratur dan beragam cara lainnya seperti berikut ini.


1. Hindari Paparan Sinar Matahari Berlebih
Paparan sinar matahari dalam jumlah minimal memang penting untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D.
Namun bila berlebih, maka kerusakan kulit bahkan kanker kulit -lah yang akan didapati.
Hindarilah paparan sinar matahari berlebih terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore.


Bila hendak bepergian di bawah teriknya sinar matahari, sebisa mungkin aplikasikan tabir surya dengan kadar SPF 15 atau lebih.
Kenakan pula pakaian yang lembut dan berlengan panjang agar kulit senantiasa terlindungi.


2. Konsumsilah Makanan yang Sehat
Kulit cerah dan awet muda yang didambakan dapat diwujudkan dengan mulai mengonsumsi makanan yang sehat secara rutin. Perbanyaklah konsumsi makanan yang kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3 karena dapat menjaga kecerahan dan kelembapan kulit.

Waspadai konsumsi gula tambahan, terutama yang terkandung dalam makanan olahan dan minuman kemasan karena dapat memicu kerutan dan produksi minyak berlebih.
Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen jika khawatir tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi harian bagi kesehatan kulit.


3. Bersihkan Kulit Secara Teratur
Membersihkan kulit secara teratur menjadi bagian penting dari sekian banyak cara menjaga kesehatan kulit.
Baik mandi atau mencuci wajah cukup dilakukan 2 kali sehari saja.
Jangan terlampau sering, karena justru akan membuat kulit kehilangan kelembapannya dan rentan berjerawat.


Pilihlah produk perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit. Bila memiliki tipe kulit kering, maka pilihlah sabun atau produk perawatan yang bebas alkohol dan dapat melembapkan. Sedangkan untuk kulit sensitif, maka dapat mengaplikasikan produk bebas pewangi buatan dan hipoalergenik.

4. Jauhi Rokok dan Minuman Berlakohol
Ada banyak alasan mengapa kebiasaan buruk merokok memiliki dampak negatif terhadap kesehatan kulit.
Pertama, merokok dapat menyempitkan pembuluh darah yang terdapat pada lapisan luar kulit sehingga akan mengurangi asupan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan kulit agar tetap sehat.


Kedua, merokok dapat dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit.
Akibatnya kulit akan nampak mengendur dan lebih tua dari usia sebenarnya.
Terakhir, ekspresi berulang yang terjadi pada saat merokok - seperti mengerucutkan bibir dapat menyebabkan keriput di wajah.


Begitupun halnya dengan mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat membuat tubuh juga kulit mengalami dehidrasi.
Akibatnya kulit akan mengendur dan menua lebih cepat.
Dengan demikian, jauhi sedari dini rokok juga minuman beralkohol agar tak kehilangan kulit sehat yang didambakan.


5. Tidurlah yang Cukup
Cara menjaga kesehatan kulit yang bisa dibilang paling sederhana adalah dengan tidur cukup antara 7-9 jam setiap hari.
Saat tidur, tubuh memasuki mode perbaikan dan meregenerasi kulit, otot, sel darah dan otak.
Tanpa tidur yang cukup, tubuh tidak mampu menghasilkan kolagen baru yang penting untuk mencegah kulit kendur.


Berdasarkan beberapa penelitian, orang-orang yang kurang tidur berisiko besar mengalami penuaan kulit lebih cepat dan terkait erat dengan obesitas, defisiensi imun, diabetes hingga kanker.
Masih berpikir untuk menghabiskan waktu sia-sia dengan begadang terus di malam hari?


6. Rileks dan Tetap Tenang
Stres memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk kulit.
Stres dapat menyebabkan dan memperparah masalah kulit yang sudah ada seperti jerawat, eksim atau psoriasis.
Tubuh pun akan membutuhkan waktu cukup lama untuk pemulihan.


Jadi masalah kulit yang dialami akan bertahan lebih lama jika saja stres yang dialami tak juga dikendalikan. Untuk itu, kelola lah stres sebaik mungkin. Rileks dan tetap tenang ketika masalah menghampiri. Terbukalah pada orang-orang terdekat agar masalah yang dihadapi terasa lebih ringan.

7. Minumlah Air Putih Secukupnya
Seperti semua bagian tubuh lainnya, kulit juga membutuhkan air agar tetap terhidrasi dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Kurang minum dapat membuat kulit kering, bersisik dan perlahan akan timbul garis-garis halus atau kerutan.


Sebagai pencegahan, minumlah rata-rata 8 gelas air putih setiap hari.Tambahkan pula buah-buahan dan sayuran yang kaya air sebagai upaya untuk mencukupi hidrasi harian pada kulit dan tubuh secara keseluruhan. 

Di samping beberapa cara menjaga kesehatan kulit di atas, penting juga untuk menerapkan olahraga secara teratur setidaknya 3 kali seminggu.
Tak perlu terlalu berat, olahraga ringan seperti bersepeda, jogging atau jalan santai pun sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit dan bagian tubuh lain tentunya.


Perhatikan pula kebersihan barang-barang harian yang kerap dipakai seperti seprai dan sarung bantal.
Ganti dan cucilah secara berkala tiap seminggu sekali agar kotoran dan berbagai partikel lain yang terdapat didalamnya tidak beralih ke kulit dan menimbulkan masalah.


Bagaimana, menjaga kulit agar tetap sehat dan muda tak selalu harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati berbagai perawatan komersial bukan?
Dengan mengikuti berbagai cara-cara sederhana ini secara konsisten, maka kesehatan kulit akan senantiasa terjaga.

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Tanpa Perlu Banyak Duit

Minggu, 11 Agustus 2019
0
Sebelum membahas mengenai Cara menurunkan Asam Urat secara Alami dan Efektif, perlu diketahui apa itu asam urat, darimana asam urat berasal, kenapa kadar asam urat tinggi menimbulkan penyakit, dan kenapa kadar asam urat tinggi harus diturunkan.

Asam urat adalah produk sampingan dari penguraian senyawa kimiawi yang disebut dengan 'purin', purin ini ada di sel-sel tubuh kita dari pemecahan makanan yang mengandung protein.

Purin sebenarnya penting bagi tubuh manusia karena dapat menjadi sumber energi dan protein bagi tubuh.
Dan asam urat juga baik bagi kita karena bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh agar tetap sehat.


Adalah pekerjaan ginjal untuk memproses produksi asam urat dan mengeluarkan limbah metabolisme tersebut keluar dari tubuh kita melalui urin, dan sedikit melalui feses.

Apa Penyebab Asam Urat Tinggi dalam Darah?
Meskipun ginjal biasanya mempertahankan asam urat pada taraf normal, ada saat-saat ketika ginjal tidak mampu untuk melakukan hal ini, sebagai hasilnya asam urat meningkat / berlebih dalam darah.

Sehingga bisa disimpulkan ada dua penyebab utama tingginya kadar asam urat dalam darah, yaitu:

  • Hiperuresemia primer disebabkan oleh peningkatan aktivitas enzim phosphoribosyl phosphate (PRPP) yang menyebabkan peningkatan produksi purin pada sel.
  • Ginjal tidak bekerja cukup baik
  • Terlalu banyaknya produksi asam urat sebagai hasil metabolisme purin dari makanan

Apa akibatnya jika Asam Urat tinggi pada Tubuh?
Kadar asam urat tinggi dalam darah merupakan suatu kondisi yang dikenal sebagai 'hyperuricemia'.
Jika asam urat yang tinggi dalam darah dibiarkan berlama-lama maka ia dapat mengkristal atau menyebabkan produksi kristal asam urat yang dapat mengendap di sendi, tendon dan jaringan di sekitarnya.


Pada kondisi tersebut, kristal asam urat ini dipandang sebagai benda asing oleh pertahanan tubuh kita.
Akibatnya sistem bertahanan tubuh kita bereaksi terhadap kristal asam urat dan timbullah reaksi inflamasi yang menyebabkan gejala inflamasi seperti kemerahan, bengkak, panas, peradangan, kekakuan dan rasa yang sangat sakit.
Pengendapan kristal asam urat pada sendi jari terutama jempol kaki disebut dengan tophi.


Kristal asam urat yang mengendap pada sendi
Gejala-gejala tersebut merupakan disebut serangan gout.
Dengan kata lain, kadar asam urat tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan gout.


Bagaimana Cara menurunkan asam urat ?
Tanpa perlu menggunakan obat kimiawi, berikut cara alami menurunkan kadar asam urat yang mudah dilakukan:

  • Banyak minum air putih. Minumlah antara 2 sampai 3 liter setiap hari. Air akan membantu ginjal untuk memproses asam urat dan mengeluarkannya dari tubuh.
  • Menggunakan daun meniran, daun sirih merah dan daun salam.
  • Makanan rendah purin. Karena asam urat berasal dari pemecahan purin, dan purin juga ada dalam makanan kita, penderita asam urat harus menjalankan diet rendah purin.

Jenis makanan yang harus dihindari karena mengandung purin yang tinggi, antara lain : daging merah berlemak , jeroan, unggas dan makanan laut (cumi, udang, kepiting, ikan laut tidak termasuk).
Dan, sangat penting menghindari alkohol, Beer, khususnya, yang dapat menjadi pemicu tingginya asam urat.


Jenis-jenis makanan yang diperbolehkan diantaranya : asam lemak esensial (misalnya tuna, salmon, dll), produk susu rendah lemak, karbohidrat kompleks (misalnya roti, sereal, pasta, nasi, sayur, buah, dll .), buah-buahan seperti ceri, stroberi, blueberry, anggur, dll.

Tiga cara alami ini merupakan cara yang paling efektif untuk mengurangi kadar asam urat.

Jika anda sedang mengalami gout atau asam urat tinggi silahkan dicoba Cara menurunkan Asam Urat secara Alami dan Efektif tersebut, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Cara Menurunkan Asam Urat Secara Alami dan Efektif

Sabtu, 10 Agustus 2019
0

- Copyright © Artikel Kesehatan - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -