Recent Blog post

Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Keguguran adalah peristiwa yang menyedihkan bagi sebagian besar calon ibu, terutama bagi mereka yang ingin segera dapat momongan atau yang sudah lama menunggu untuk bisa hamil.
Setelah keguguran, banyak yang tidak berani langsung hamil lagi karena anjuran ini dan itu. 


Wanita yang mengalami keguguran, seringkali dianjurkan menunggu selama tiga bulan jika mau hamil kembali.
Dari mana saran ini berasal dan apa alasan di baliknya, tidaklah jelas.
Tapi ada kabar baik bagi wanita yang pernah keguguran dan ingin segera menjalankan program untuk hamil kembali.
Studi ilmiah terbaru menyebutkan bahwa wanita yang mengalami keguguran dan ingin hamil lagi, tidak perlu menunggu.
Dengan kata lain, setelah keguguran, wanita boleh segera hamil kembali.


Studi ini mengevaluasi 998 wanita yang keguguran pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu (termasuk keguguran spontan, ektopik dan hamil anggur yang memerlukan perawatan lanjutan). 

Para peneliti mengamati para wanita tersebut selama enamsiklus menstruasi setelah peristiwa keguguran, sampai mereka hamil lagi (bagi relawan yang hamil lagi), merekam waktu sejak dari  mereka keguguran sampai mereka mencoba konsepsi yang baru.
Studi juga melihat faktor-faktor seperti usia, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, minum alkohol dan faktor lainnya.


Di antara wanita yang mulai mencoba untuk hamil lagi dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah keguguran, ada 53,2 persen yang sukses melahirkan.
Bandingkan dengan hanya 36,1 persen angka sukses melahirkan bagi mereka yang menunggu lebih lama.
Studi yang telah dimuat dalam jurnal Obstetrics & Gynecology edisi Februari ini menemukan, tidak ada kenaikan risiko komplikasi jika wanita yang pernah keguguran ingin segera hamil lagi dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan setelah keguguran. 


“Anda yang sedang dalam program punya momongan lagi harus siap secara emosional.
Jika secara emosi Anda sudah siap dan tidak punya komplikasi kesehatan, tidak ada alasan fisiologikal yang mengharuskan Anda untuk menunggu," kata Enrique F. Schisterman, epidemiologis dari National Institutes of Health. (LT)

Waktu Yang Tepat Hamil Lagi Setelah Keguguran

Minggu, 28 Juli 2019
0
Menggendong bayi dengan kain (diselempangkan), menjadi pilihan bagi banyak orang tua.
Selain menghindari tangan menjadi pegal-pegal, menggendong dengan teknik ini juga membuat Anda tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Cara menggendong ini aman dilakukan.
Namun, Anda harus melakukannya dengan tepat.


Perlu Anda ingat bahwa otot-otot pada leher bayi masih sangat lemah.
Bahkan pada beberapa bulan awal kelahirannya, bayi belum dapat mengontrol kepalanya sendiri.
Jika cara penggunaan kain gendongan salah, misalnya ikatan kain terlalu kencang menekan kepalanya (hidung dan mulut) atau posisi kepala bayi terlalu menekuk ke bagian dada sehingga oksigen terhambat, bayi akan kesulitan bernapas.
Kondisi ini juga menyulitkan bayi untuk menangis.
Resiko terbesarnya yakni dapat menyebabkan kematian pada bayi.


Untuk menghindari bahaya diatas, saat Anda menggendong, pastikan wajah bayi tidak tertutup oleh kain dan Anda dapat melihat wajahnya.
Terutama jika Anda menggendong sambil menyusui.
Hati-hati jika Anda membungkuk, misalnya untuk duduk atau mengambil sesuatu yang jatuh, lebih baik membungkuk dengan lutut daripada pinggang, untuk menghindari bayi ikut jatuh dan cedera.
Perhatikan pula kondisi bayi.
Berikan perhatian lebih dalam cara menggendong saat bayi sedang mengalami gangguan pernapasan seperti pilek.


Menggendong Bayi Ada Aturannya, lho

Kamis, 25 Juli 2019
0
“Hmm, 2 minggu lalu saya berhubungan dengannya tanpa menggunakan kondom, duhhh… hamil ga yah?“, atau “Ini sudah telat 6 hari, kenapa belum mens juga?“, atau “Saya udah 3 hari ini mual-mual di pagi hari, jangan-jangan saya hamil“.

Dan masih banyak lagi ekspresi dan pertanyaan sederhana yang pada intinya menanyakan apakah dirinya hamil atau tidak.
Nah, untuk mempermudah mendeteksi apakah Anda hamil atau tidak, berikut dijabarkan 9 tanda dan gejala awal yang bisa jadi merupakan tanda kehamilan (possible signs).


Tanda-tanda ini dapat menjadi suatu sarana untuk mengira-ngira saja, tapi yang perlu diingat adalah, semua tanda di bawah ini bukanlah tanda pasti kehamilan.
Jadi, tidak menjamin jika Anda mengalami satu atau bahkan beberapa gejala seperti yang tertera di bawah ini, lalu Anda boleh mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi kehamilan.
Diagnosa pasti kehamilan hanya dapat ditegakkan ketikaditemukan adanya tanda kehidupan dalam rahim si ibu.


Beberapa gejala atau tanda kehamilan tersebut diantaranya adalah:


  • Payudara yang membesar dan (kadang) nyeri. Anda merasakannya seperti saat mendekati menstruasi. Payudara Anda menjadi lebih besar, kadang nyeri jika disentuh. Beberapa wanita bahkan bisa merasakan perbedaannya beberapa hari setelah terjadinya pembuahan.
  • Mudah lelah. Anda tiba-tiba jadi malas melakukan kegiatan biasanya, ingin tidur seharian, seperti kehabisan tenaga. Jangan coba melawannya, tenang saja, dan biarkan berjalan apa adanya sampai anda membuktikannya nanti.
  • Mual dan Muntah. Gejala ini identik dengan kehamilan. Perubahan hormon (peningkatan hCG) akan menyebabkan wanita hamil merasa mual dan muntah di pagi hari -dan bahkan di siang dan malam hari. Jika Anda benar-benar positif hamil, tenang saja karena biasanya gejala ini hanya berlangsung di trimester 1.
  • Penciuman lebih sensitif. Kadang ketika Anda merasa bahwa penciuman menjadi lebih tajam dari biasanya, bisa jadi Anda sedang “mencium” gejala kehamilan. Hal ini mungkin disebabkan karena perubahan hormonal dalam tubuh anda.
  • Sering Kencing. Ooppps, kenapa ya akhir-akhir ini Anda mendapati diri jadi lebih sering ke toilet? Perubahan hormon bertanggung jawab penuh atas peningkatan aliran darah, dan juga frekuensi kencing Anda. Jadi saat ke toilet besok, mungkin anda perlu membawa alat tes kehamilan.
  • Perut kembung. Jika belakangan anda sering merasa perut anda kembung (bloated), bisa jadi perubahan hormon akibat kehamilan adalah penyebabnya. 
  • Tidak haid. Walaupun tidak selalu berarti suatu kehamilan, tapi tidak munculnya haid bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda hamil. Sangat disarankan bagi wanita untuk rajin mencatat tanggal siklus haid mereka.
  • Kenaikan suhu tubuh. Jika Anda teliti, suhu basal anda (suhu ketika anda baru bangun tidur di pagi hari) akan  meningkat hingga 1 derajat semenjak terjadinya konsepsi, dan ini bisa berlangsung terus jika anda memang hamil.
  • Spotting. Jika Anda sedang mengharapkan kehamilan, dan kalender sudah menunjukkan anda terlambat haid, jangan keburu panik ketika mendapati bercak darah (spotting). Itu bisa saja akibat penempelan embrio pada dinding rahim, dan itu hal yang normal. Yang perlu Anda lakukan adalah beristirahat, dan mungkin berkonsultasi dengan dokter Anda.

Nah, sekali lagi, sembilan tanda atau gejala kehamilan itu semuanya bukanlah tanda pasti, sehingga Anda sebaiknya memastikannya dengan melakukan tes kehamilan, atau memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk konfirmasi diagnosa.

9 Pertanda Anda Sedang Hamil

Jumat, 19 Juli 2019
0
Tanda tanda kehamilan penting untuk diketahui karena tidak sedikit wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, terutama pada masa-masa hamil muda. Tanda awal kehamilan memang sulit diketahui karena ciri-ciri yang muncul biasanya tidak terlalu siknifikan dan bisa saja memiliki gejala yang sama dengan haid.

Beberapa wanita juga mungkin dapat merasakan ada yang berbeda, namun menganggapnya sebagai tanda tubuh sedang kurang sehat. Mengetahui tanda tanda hamil sangatlah penting agar dapat ibu dapat menjaga kesehatan dirinya dan janin (dari aktivitas, makanan, dan juga pengendalian stres).
Walaupun tanda awal kehamilan pada setiap wanita berbeda, namun beberapa tanda hamil di bawah ini mungkin dapat membantu memastikan apakah Anda hamil atau tidak.

Tanda-tanda hamil yang mungkin terjadi pada wanita

1. Tidak menstruasi (Amenorrhea)

Tanda awal kehamilan yang tidak asing lagi, yaitu ketika seorang wanita tidak mendapatkan menstruasi atau mengalami telat haid secara rutin. Namun pada beberapa wanita yang memilki jadwal menstruasi (haid) tidak lancar, mungkin cukup sulit membedakan antara dirinya memang telat haid atau hamil.

Pada kondisi tertentu memang memungkinkan menstruasi datang terlambat yang dapat disebabkan oleh faktor stress, psikis, terlalu aktif, dan lain sebagainya.
Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan melalui test pack (tespek) atau berkonsultasi ke dokter. Test pack (tespek) sendiri adalah salah satu alat pemeriksaan dini yang dapat menunjukkan kemungkinan seseorang hamil.

2. Perubahan pada payudara

Pada saat hamil, ukuran payudara akan menjadi lebih besar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon estrogen dan progesteron. Perubahan pada payudara ini juga terkadang akan menimbulkan rasa sakit karena adanya rasa sensitif yang meningkat sehingga payudara akan terasa sakit dan nyeri saat dipegang.

Perubahan struktur payudara ini bermanfaat untuk mempersiapkan ibu hamil untuk memproduksi air susu.

Membesarnya payudara juga dapat menimbulkan rasa gatal dan munculnya garis strech mark. Selain itu, puting susu juga akan membesar dengan warna yang semakin gelap, tetapi payudara sendiri akan terasa lebih lembut.

3. Sering buang air kecil

Selain disebabkan karena janin yang tumbuh dalam rahim mendorong kandung kemih, akibat adanya peningkatan sirkulasi darah dan perubahan hormon saat hamil juga menjadi penyebab Anda lebih sering buang air kecil. 

Hindari minuman berkafein saat hamil karena bersifat diuretik sehingga kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urine dan menimbulkan keinginan untuk sering buang air kecil.

Jangan menahan buang air kecil dan tetap cukupi asupan cairan dalam tubuh sehingga Anda terhindar dari dehidrasi. Anda dapat melakukan senam kegel untuk membantu meminimalkan keinginan untuk sering buang air kecil. 

4. Perubahan nafsu makan

Pada beberapa kasus kehamilan nafsu makan cenderung meningkat (craving of hunger) atau dalam beberapa kasus mengalami penurunan nafsu makan. Hal tersebut diakibatkan oleh faktor hormonal yang terjadi selama kehamilan.

5. Lebih peka terhadap bau

Beberapa bau atau aroma tertentu dapat mengganggu ibu hamil, karena biasanya sensitivitas penciuman pada ibu hamil mengalami peningkatan terutama pada trisemester awal kehamilan.  Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen pada ibu hamil.

Meskipun tingkat sensitivitas bau yang dialami ibu hamil berbeda-beda, tetapi indera penciuman umumnya mengalami peningkatan bersamaan dengan gejala morning sickness sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, mual, dan muntah pada masa kehamilan.

Anda dapat mengurangi gejala tersebut dengan menambah aroma terapi yang aman di rumah dan membiarkan jendela rumah terbuka sehingga dapat menghilangkan bau-bauan yang mengganggu dan menghasilkan sirkulasi udara yang baik.

6. Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa menjadi indikasi awal bahwa seorang wanita sedang hamil. Biasanya mual dirasa sangat berat di pagi hari, dalam istilah medis disebut morning sickness.
Pemicunya disebabkan oleh peningkatan hormon HCG (Human chorionic Gonadotrophin) secara tiba-tiba dalam aliran darah dan saluran kemih. Peningkatan hormon HCG ini dapat menyebabkan rasa pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual.

Dalam bukunya yang berjudul The Working Woman's Pregnancy Book, Dr. Marjorie Greenfield menyebutkan bahwa sekitar 70% wanita mengalami mual dan 50% wanita mengalami muntah saat awal kehamilan. Timbulnya rasa mualdan muntah ini menunjukkan proses kehamilan bertumbuh dengan baik. Untuk membantu mengatasi mual dan muntah saat hamil, Anda dapat mencium wewangian seperti peppermint.

7. Sesak nafas

Beberapa wanita merasa agak sesak napas pada awal kehamilan bahkan terkadang selama kehamilan. Hal ini dikarenakan ibu hamil membutuhkan oksigen ekstra untuk pertumbuhan janin.
Meningkatnya hormon progesteron pada ibu hamil juga menjadi penyebabnya, hormon progesteron dapat menstimulasi pusat pernapasan pada otak.

Merasa sesak nafas sebenarnya wajar karena pertumbuhan janin dalam kandungan akan sedikit menekan saluranpernapasan Anda.

Tetapi jika Anda merasa semakin sesak ketika sedang berbaring ataupun tidak melakukan aktivitas berat dan merasakan serangan sesak nafas secara tiba-tiba, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sehingga tidak membahayakan diri Anda dan juga janin dalam kandungan.

8. Mudah lelah dan rasa kantuk yang berlebihan

Mudah merasa lelah dan cepat mengantuk yang dialami ibu hamil dapat disebabkan oleh perubahan hormonal dan akibat bertambahnya kinerja beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru karena organ ini tidak hanya bekerja mencukupi kebutuhan ibu saja, tetapi juga bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Rasa lelah dan kantuk yang menyerang ibu hamil mungkin saja semakin bertambahnya berat badan ibu dan janin seiring bertambahnya usia kehamilan.

9. Muncul flek yang diikuti kram perut

Flek tanda kehamilan biasanya berwarna coklat atau merah muda dan jumlahnya tidak banyak. Tetapi jika darah yang keluar cukup banyak, itu menandakan terjadinya pendarahan dan menjadi suatu tanda adanya masalah serius pada tubuh.

Selain munculnya flek, tanda kehamilan juga diikuti dengan terjadinya kram ringan pada perut bagian bawah. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena akan mereda setelah kehamilan melewati trimester kedua.

10. Konstipasi

Meningkatnya hormon progesteron dan perubahan hormon lainnya yang menyertai tanda-tanda kehamilan akan menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat sehingga membuat ibu hamil mengalami konstipasi sehingga membuat perut Anda terasa kembung.

11. Perubahan suasana hati (mood swing)

Pada masa kehamilan, hormon HCG memang akan meningkat dan ini dapat membuat Anda mudah lelah sehingga dapat memicu perubahan mood atau suasana hati secara drastis dan lebih sensitif terutama pada trimester awal kehamilan. Bahkan hal kecil sekalipun dapat membuat Anda merasa jengkel dan lebih mudah emosi.

Anda dapat mengatasi perubahan suasana hati tersebut dengan melakukan hal yang Anda sukai, menceritakan kondisi Anda pada orang terdekat supaya mereka lebih mengerti, dan lakukan olahraga seperti meditasi atau yoga supaya tubuh Anda lebih rileks.

12. Meningkatnya suhu basal tubuh

Dalam kondisi hamil, suhu basal tubuh ibu hamil umumnya mengalami peningkatan dan akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Tetapi tidak semua orang mengalaminya.
Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dihasilkan tubuh selama tidur dan diukur pada pagi hari sesaat baru bangun tidur sebelum melakukan kegiatan apapun.

Suhu basal tubuh dapat diukur menggunakan thermometer yang diletakkan di bawah lidah. Jika suhu basal Anda tetap tinggi selama 18 hari berturut-turut ada kemungkinan Anda hamil. 

12 Tanda Tanda Hamil Tahap Awal

Rabu, 17 Juli 2019
0
Mendekati persalinan, biasanya ibu hamil mengalami stres.
Anda tidak perlu khawatir, karena kecil kemungkinannya stres ini dapat menyebabkan kelainan pada bayi yang sedang dikandung.
Namun, hati-hati, stres bisa berbahaya jika terjadi terus menerus.
Ini menandakan hormon stres kortisol Anda berada pada level yang tinggi sehingga berpotensi menembus plasenta hingga mempengaruhi balok-balok pembangun DNA perkembangan emosional janin.
Anda tentu tidak mau hal ini terjadi, bukan?
Karena itu, berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi stres selama kehamilan.

Banyaklah beristirahat dan fokus saja pada kehamilan Anda
Jika Anda merasa banyak beristirahat artinya Anda membuang-buang waktu dan Anda merasa tidak nyaman, buang jauh-jauh pikiran tersebut.
Anda berhak menikmati setiap momen kehamilan Anda dan sibukkan diri Anda untuk bercakap-cakap dengan janin dan selalu utamakan apa yang dirasakan oleh tubuh, karena memang tubuh Anda sedang bekerja keras untuk menyuplai nutrisi yang diperlukan oleh janin.
Utarakan apa yang menyebabkan terjadinya stres
Mungkin itu karena kekhawatiran Anda tentang kesehatan janin, atau mungkin Anda memiliki masalah pribadi yang sulit dihadapi sendiri, utarakan hal ini karena Anda membutuhkan dukungan agar Anda tidak tertekan.
Utarakan pada pasangan,  dokter yang merawat Anda atau sahabat dan orangtua Anda.
Banyaklah mengonsumsi makanan bernutrisi
Makanan yang baik dan menyehatkan tidak hanya akan menutrisi tubuh, namun juga dapat memperbaiki mood Anda, terutama konsumsi makanan kaya akan omega-3.
Omega-3 dapat ditemukan di dalam minyak ikan atau makanan laut yang dapat membantu mengurangi depresi jika dikonsumsi sebanyak dua porsi dalam seminggu.
Ikan yang dapat jadi pilihan meliputi salmon, tuna, makarel, sarden, pilchards dan ikan trout.
Banyaklah bergerak dan berolahraga
Berolahraga aktif selama hamil adalah kegiatan yang aman dan baik untuk dilakukan, serta sangat dianjurkan.
Olahraga seperti berenang sangat baik karena gerakannya yang lembut namun tetap membentuk tubuh.
Berjalanlah setidaknya selama 20 menit setiap harinya.
Fokus pada persiapan persalinan
Ikutlah kelas-kelas bersalin dan habiskan waktu untuk berbincang dan berkonsultasi dengan dokter atau bidan yang akan menangani persalinan Anda agar membantu Anda merasa lebih percaya diri soal melahirkan dan lebih tenang.
Persiapkan keluarga Anda
Dengan datangnya anggota keluarga baru, Anda pasti akan menjadi lebih sibuk dari sebelumnya.
Pastikan Anda melakukan persiapan sebelum anggota baru ini tiba, dan jadikan persiapan ini sebagai kegiatan pengalih pikiran Anda yang tertekan menghadapi persalinan.
Rencanakan keuangan Anda bersama pasangan jika hal ini juga menjadi sumber rasa tertekan Anda.
Anda dapat berinvestasi pada barang-barang bekas seperti boks bayi atau stroller yang seringkali masih ada dalam kondisi yang baik.
Ingatlah, semuanya akan baik-baik saja.
Lakukan terapi untuk meredakan stres
Terapi seperti pijat dapat membantu Anda lebih rileks.
Anda dan pasangan bahkan dapat mempelajari cara melakukan pijat bagi Anda yang sedang mengandung agar bisa lebih rileks.
Gunakan minyak aromaterapi untuk membantu Anda lebih rileks karena aromanya.
Konsultasikan terlebih dahulu keamanan minyak aromaterapi bagi ibu hamil dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.
Anda dapat pula menjalani pijat refleksi.
Banyaklah berinteraksi, temukan cara untuk membuat Anda merasa tenang dan bahagia.
Anda dapat menonton film lucu atau berbelanja untuk menghadiahi diri Anda sendiri dengan hal yang pantas Anda dapatkan.
Lakukan perawatan tubuh, entah itu di salon atau dengan melakukan spa sendiri di rumah.
Selamat menikmati kehamilan Anda.











7 Cara Kurangi Stres Saat Hamil

Selasa, 16 Juli 2019
0

Melahirkan bagi wanita adalah peristiwa yang sangat besar. Perubahan fisik, terutama perubahan pada vagina akan dialami oleh wanita yang melakukan proses persalinan secara normal.

Beberapa hal yang mungkin dirasakan oleh wanita yang bersalin secara normal meliputi adanya perubahan pada vagina yang terasa lebih lebar, kering dan terasa sakit selama beberapa waktu lamanya setelah proses melahirkan.

Pada saat bersalin secara normal, terkadang dapat pula terjadi robekan antara bagian vagina dan anus atau perineum, yang terkadang sengaja juga digunting oleh dokter atau bidanyang menangani untuk memberi jalan bagi bayi keluar. Kondisi pemotongan ini disebut sebagai episotomy.

Sebenarnya, vagina merupakan bagian tubuh yang memiliki sifat elastisitas alami, namun, setelah persalinan normal, perubahan-perubahan berikut ini dapat terjadi.

  1. Mrs V Menjadi Lebih Lebar

    Vagina dapat terlihat dan terasa lebih lebar dan terbuka setelah persalinan normal. Vagina juga dapat terasa membengkak dan memar. Kondisi ini normal, dan biasanya bengkak serta rasa longgar tersebut akan semakin berkurang beberapa hari setelah kelahiran bayi.

    Vagina Anda memang tidak akan kembali utuh dan normal seperti sedia kala. Namun, tidak perlu khawatir karena Anda masih dapat mempraktikkan latihan pelvis floor atau rongga panggul atau senam Kegel, untuk membantu membentuk otot vagina serta otot-otot panggul.

    Senam Kegel ini dapat juga membantu memperbaiki kondisi kebocoran urin atau incontinence yang biasanya terjadi setelah melahirkan normal, dan dapat membantu vagina terasa lebih padat.

    Senam Kegel sekaligus juga dapat membantu memperbaiki fungsi alat vital wanita untuk kebutuhan seks.

  2. Mrs V Terasa Kering

    Vagina wanita dapat dengan mudah terasa lebih kering setelah persalinan daripada sebelum persalinan. Hal ini terjadi akibat adanya kadar estrogen yang lebih rendah dalam tubuh dibandingkan dengan ketika sedang hamil. Level estrogen pada ibu baru yang memberikan ASI eksklusif juga akan lebih rendah daripada ibu baru yang tidak menyusui. Akibatnya, vagina juga terasa lebih kering.

    Jika Anda kembali aktif berhubungan suami istri, kondisi vagina kering yang hanya sementara ini, dapat diatasi dengan pemberian pelumas untuk melicinkan dinding dalam vagina yang kering.

  3. Sakit dan Terdapat Bekas Jahitan di Area Perineum

    Area vagina akan terasa sakit atau masih ngilu pascamelahirkan. Kondisi ini biasanya akan membaik dalam waktu 6 hingga 12 minggu setelah kelahiran. Solusi yang tepat untuk kondisi ini juga adalah dengan mempraktikkan senam Kegel. Area antara vagina dan anus yang disebut perineum setelah bersalin juga dapat terasa sakit, terutama jika terjadi robekan atau ada bekas jahitan setelah bersalin.

    Meminum obat penghilang rasa sakit dapat membantu mengatasi hal ini, namun harus dikonsultasikan terlebih dahulu jika Anda tengah menyusui. Selama masih diharuskan memakai pembalut pasca bersalin, selalu basuh bersihtangan sebelum dan sesudah berganti pembalut dan jaga area perineum dan sekitar vagina tetap bersih dan kering. Jika rasa sakit tidak kunjung teratasi, waspadai kondisi ini dan periksakan diri ke dokter.

  4. Sakit Saat Berhubungan Seks

    Setelah bersalin, tidak ada jangka waktu tertentu di mana Anda sebaiknya puasa dari hubungan intim dengan pasangan. Namun, seks dapat terasa sakit setelah bersalin bagi pihak wanita sehingga seks tidak bisa dinikmati. Jika rasa sakit timbul akibat vagina yang masih kering, gunakan pelumas untuk melicinkan kondisi vagina. Jika rasa sakit dan tidak nyaman ada di sekitar perineum, maka sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. (PA)

Ini yang Terjadi Pada Mrs V Setelah Melahirkan

Senin, 15 Juli 2019
0
Ibu bekerja bukan merupakan alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif.  ASI dapat diperah lalu disimpan.. ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperah kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi.

Apa wadah yang baik untuk menyimpan ASI?
Bahan wadah penyimpan ASI dapat berasal dari bahan gelas, stainless steel dan plastik. Sebelumnya sudah dicuci bersih dahulu dengan air hangat atau direbus, terutama jika kondisi air di rumah Anda kurang baik.

Hindari penggunaan berulang wadah (plastik) berbahan dasar buruk, karena akan mudah bocor dan terkontaminasi. Komponen penting pada ASI juga dapat menempel pada plastik sehingga nutrisi yang Anda berikan akan berkurang. Kemudian simpan dalamfreezer.

Sebelum menyiapkan ASI, cuci tangan terlebih dahulu. Beri label pada tiap wadah, tanggal berapa dan jam berapa ASI itu di masukan. Untuk menghindari ASI terbuang, siapkan untuk satu kali penyajian per wadah. Anda dapat menambahkan ASI yang baru anda pompa ke wadah dalamfreezer yang misalnya baru terisi setengah, tapi, dinginkan dulu satu jam (juga dalam kulkas) . ASI yang baru tersebut, kemudian baru satukan dengan yang sudah beku.

Berapa lama batas penyimpanan ASI?
  • Jika Anda hanya menaruhnya pada suhu ruangan biasa, ASI dapat bertahan selama 8 jam
  • Di dalam lemari es (dengan suhu empat derajat), ASI dapat bertahan selama 2x24 jam.
  • Jika di dalam freezer (dengan suhu minus lima belas derajat) :
    Jika freezer tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka : ASI tahan 3-4 bulan
    Jika freezer terpisah dari kulkas, maka ASI dapat bertahan selama 6 bulan

Pada saat penyimpanan, sebagian ASI akan mengental dan melekat pada wadah. Cukup goyang-goyangkan wadahnya hingga bagian yang melekat tadi menyatu, jangan dikocok-kocok atau mengaduk susunya.

Bagaimana mencairkan ASI yang beku?
  1. Pilihlah ASI beku yang disimpan sudah lebih lama
  2. ASI beku ini harus ditempatkan di lemari es pendingin supaya mencair  (harus digunakan dalam 24 jam)
  3. ASI tersebut kemudian celupkan ke dalam air hangat, hingga ke bagian penutupnya. Jangan mencairkan ASI pada suhu ruang, karena beresiko terkontaminasi bakteri. Apalagi mencairkannya denganmicrowave. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es.

Apakah penyimpanan ASI akan menurunkan kualitas dari ASI ?
Penyimpanan ASI yang diperah memiliki risiko menurunkan kadar kandungan kekebalan. Penyimpanan ASI memakai bahan dari gelas merupakan pilihan ideal, karena sifat gelas yang tidak membuat kadar kandungan kekebalan (immunoglobulin) dan komponen lain tidak akan menempel pada dinding wadah penyimpan.  Pembekuan ASI juga dapat mengurangi kemampuan aktivitas sel imun.

Penyimpanan ASI

Minggu, 14 Juli 2019
0

- Copyright © Artikel Kesehatan - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -