Recent Blog post
Ingin gigi tampak lebih putih tanpa mengeluarkan biaya mahal?
Tak perlu ribet, coba praktikkan cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis yang murah meriah berikut ini.
Setiap orang pasti ingin memiliki deretan gigi yang putih bersih.
Namun kebiasaan yang salah, khususnya saat makan, dapat menghancurkan impian tersebut.
Terlebih lagi, jika yang dikonsumsi adalah makanan-makanan penyebab gigi kuning dan setelah itu kita malas menggosok gigi.
Ya, gigi kuning menjadi musuh yang kerap kali menjengkelkan dan membuat orang tidak percaya diri.
Keberadaan gigi kuning memang bisa disebabkan oleh faktor bawaan atau genetik, namun di samping itu, masih banyak penyebab gigi kuning lainnya, diantaranya:
Dengan demikian, masih ada 'celah' dimana kita bisa melakukan upaya untuk memutihkan gigi secara alami salah satunya dengan jeruk nipis.
Langkah Mudah Memutihkan Gigi dengan Jeruk Nipis
Begitu pentingnya memiliki gigi putih, tak heran bila kemudian banyak orang datang ke dokter gigi hanya untuk memutihkan gigi saja.
Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai dana cukup untuk melakukan pemutihan gigi?
Apakah itu berarti mereka harus berdiam diri dan pasrah dengan tampilan gigi yang tak terlalu putih? Tentu tidak.
Untungnya, kini Anda tak harus pergi ke dokter bila ingin memutihkan gigi.
Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan rumahan untuk tujuan tersebut, salah satunya adalah jeruk nipis.
Mengapa jeruk nipis bisa dipakai untuk memutihkan gigi?
Alasan sederhananya adalah karena buah ini mengandung asam sitrat yang memiliki fungsi serupa dengan bleaching (pemutih).
Lantas bagaimana cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis? Berikut beberapa resepnya:
# Kombinasikan dengan kunyit dan garam
Cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis yang pertama adalah dengan mencampurkannya bersama kunyit.
Walau penggunaan kunyit biasanya meninggalkan noda kuning, namun rempah-rempah ini mengandung agen antiradang yang dapat membantu mengatasi masalah gusi.
Kunyit juga bersifat antimikroba sehingga mampu membunuh berbagai kuman dan mikroorganisme penyebab gigi berlubang.
Untuk resep ini, Anda dapat membakar atau memanggang kunyitnya terlebih dahulu selama beberapa menit.
Setelah itu hancurkan sehingga menjadi bubuk halus, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan garam.
Aduk rata sehingga terbentuk pasta bertekstur lembut.
Aplikasikan ke gigi, diamkan selama beberapa menit, setelah itu bilas dengan air sampai bersih.
Lakukan cara ini dengan teratur agar hasilnya nampak.
# Campur dengan baking soda
Baking soda merupakan bahan rumahan multifingsi yang kerap dipakai untuk berbagai hal, salah satunya adalah sebagai pemutih gigi.
Hal ini dikarenakan baking soda memiliki sifat abrasif alami (basa) sehingga dapat membersihkan email gigi dari noda atau plak.
Dan bila dicampur dengan jeruk nipis, maka keduanya dapat memberikan hasil memutihkan yang jauh lebih maksimal.
Campurkan 1/2 sdt baking soda dengan 1/2 sdt perasan jeruk nipis, lalu pakailah adonan tersebut untuk menggosok gigi dengan bantuan sikat gigi.
Diamkan selama 1 menit sebelum dibilas/ berkumur.
# Tinggal gigit atau gosokkan ke gigi
Kalau Anda cukup tahan dengan rasa asamnya, maka sesudah memeras jeruk nipisnya, Anda bisa langsung menggosokkan bagian dalam kulitnya ke gigi.
Atau, Anda juga bisa langsung memotong jeruk nipis dan menggigit ujung buahnya sehingga buahnya terhisap sedikit demi sedikit.
Diamkan selama beberapa menit, setelah itu berkumurlah sampai bersih menggunakan air yang dicampur dengan baking soda.
Biarkan sifat basa baking soda menetralkan asam dari jeruk nipis tadi.
# Padukan dengan garam
Selain kunyit dan baking soda, Anda juga bisa memutihkan gigi dengan memadukan jeruk nipis dan garam.
Garam memiliki berbagai kegunaan bagi mulut, di antaranya dapat menghilangkan bau tak sedap, membersihkan kotoran yang tersangkut di gigi, serta membuat gusi lebih sehat.
Cara memadukannya pun mudah, tinggal campurkan perasan 1 butir jeruk nipis bersama 1 sdm garam, aduk hingga rata lalu gosokkan itu ke gigi sebanyak 2x sehari.
Niscaya, gigi jadi lebih putih karena plak kian memudar.
Terkait penggunaan jeruk nipis sebagai pemutih gigi, ada peringatan khusus yang perlu Anda waspadai.
Dikarenakan sifat asam jeruk nipis yang tergolong kuat dibanding buah jeruk lainnya, maka ada kemungkinan gigi yang sensitif akan mengalami erosi atau gangguan lainnya.
Oleh sebab itu, cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis di atas harus segera dihentikan kalau Anda mengalami perih, linu, atau ketidak-nyamanan lainnya.
Jika demikian, maka langkah selanjutnya adalah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter gigi.
Tak perlu ribet, coba praktikkan cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis yang murah meriah berikut ini.
Setiap orang pasti ingin memiliki deretan gigi yang putih bersih.
Namun kebiasaan yang salah, khususnya saat makan, dapat menghancurkan impian tersebut.
Terlebih lagi, jika yang dikonsumsi adalah makanan-makanan penyebab gigi kuning dan setelah itu kita malas menggosok gigi.
Ya, gigi kuning menjadi musuh yang kerap kali menjengkelkan dan membuat orang tidak percaya diri.
Keberadaan gigi kuning memang bisa disebabkan oleh faktor bawaan atau genetik, namun di samping itu, masih banyak penyebab gigi kuning lainnya, diantaranya:
- Akibat merokok
- Asupan fluoride berlebihan (bisa dari air kran)
- Efek samping obat-obatan yang diminum
- Bertambahnya usia
- Minimnya perawatan gigi seperti jarang menggosok gigi, cara menyikat gigi yang salah
- Konsumsi rutin makanan/ minuman tertentu yang dapat menodai gigi seperti teh, kopi, anggur merah, jus, cola, dan lain-lain.
Dengan demikian, masih ada 'celah' dimana kita bisa melakukan upaya untuk memutihkan gigi secara alami salah satunya dengan jeruk nipis.
Langkah Mudah Memutihkan Gigi dengan Jeruk Nipis
Begitu pentingnya memiliki gigi putih, tak heran bila kemudian banyak orang datang ke dokter gigi hanya untuk memutihkan gigi saja.
Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai dana cukup untuk melakukan pemutihan gigi?
Apakah itu berarti mereka harus berdiam diri dan pasrah dengan tampilan gigi yang tak terlalu putih? Tentu tidak.
Untungnya, kini Anda tak harus pergi ke dokter bila ingin memutihkan gigi.
Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan rumahan untuk tujuan tersebut, salah satunya adalah jeruk nipis.
Mengapa jeruk nipis bisa dipakai untuk memutihkan gigi?
Alasan sederhananya adalah karena buah ini mengandung asam sitrat yang memiliki fungsi serupa dengan bleaching (pemutih).
Lantas bagaimana cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis? Berikut beberapa resepnya:
# Kombinasikan dengan kunyit dan garam
Cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis yang pertama adalah dengan mencampurkannya bersama kunyit.
Walau penggunaan kunyit biasanya meninggalkan noda kuning, namun rempah-rempah ini mengandung agen antiradang yang dapat membantu mengatasi masalah gusi.
Kunyit juga bersifat antimikroba sehingga mampu membunuh berbagai kuman dan mikroorganisme penyebab gigi berlubang.
Untuk resep ini, Anda dapat membakar atau memanggang kunyitnya terlebih dahulu selama beberapa menit.
Setelah itu hancurkan sehingga menjadi bubuk halus, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan garam.
Aduk rata sehingga terbentuk pasta bertekstur lembut.
Aplikasikan ke gigi, diamkan selama beberapa menit, setelah itu bilas dengan air sampai bersih.
Lakukan cara ini dengan teratur agar hasilnya nampak.
# Campur dengan baking soda
Baking soda merupakan bahan rumahan multifingsi yang kerap dipakai untuk berbagai hal, salah satunya adalah sebagai pemutih gigi.
Hal ini dikarenakan baking soda memiliki sifat abrasif alami (basa) sehingga dapat membersihkan email gigi dari noda atau plak.
Dan bila dicampur dengan jeruk nipis, maka keduanya dapat memberikan hasil memutihkan yang jauh lebih maksimal.
Campurkan 1/2 sdt baking soda dengan 1/2 sdt perasan jeruk nipis, lalu pakailah adonan tersebut untuk menggosok gigi dengan bantuan sikat gigi.
Diamkan selama 1 menit sebelum dibilas/ berkumur.
# Tinggal gigit atau gosokkan ke gigi
Kalau Anda cukup tahan dengan rasa asamnya, maka sesudah memeras jeruk nipisnya, Anda bisa langsung menggosokkan bagian dalam kulitnya ke gigi.
Atau, Anda juga bisa langsung memotong jeruk nipis dan menggigit ujung buahnya sehingga buahnya terhisap sedikit demi sedikit.
Diamkan selama beberapa menit, setelah itu berkumurlah sampai bersih menggunakan air yang dicampur dengan baking soda.
Biarkan sifat basa baking soda menetralkan asam dari jeruk nipis tadi.
# Padukan dengan garam
Selain kunyit dan baking soda, Anda juga bisa memutihkan gigi dengan memadukan jeruk nipis dan garam.
Garam memiliki berbagai kegunaan bagi mulut, di antaranya dapat menghilangkan bau tak sedap, membersihkan kotoran yang tersangkut di gigi, serta membuat gusi lebih sehat.
Cara memadukannya pun mudah, tinggal campurkan perasan 1 butir jeruk nipis bersama 1 sdm garam, aduk hingga rata lalu gosokkan itu ke gigi sebanyak 2x sehari.
Niscaya, gigi jadi lebih putih karena plak kian memudar.
Terkait penggunaan jeruk nipis sebagai pemutih gigi, ada peringatan khusus yang perlu Anda waspadai.
Dikarenakan sifat asam jeruk nipis yang tergolong kuat dibanding buah jeruk lainnya, maka ada kemungkinan gigi yang sensitif akan mengalami erosi atau gangguan lainnya.
Oleh sebab itu, cara memutihkan gigi dengan jeruk nipis di atas harus segera dihentikan kalau Anda mengalami perih, linu, atau ketidak-nyamanan lainnya.
Jika demikian, maka langkah selanjutnya adalah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter gigi.
Cara Alami Memutihkan Gigi Dengan Jeruk Nipis
“Hmm, 2 minggu lalu saya berhubungan dengannya tanpa menggunakan kondom, duhhh… hamil ga yah?“, atau “Ini sudah telat 6 hari, kenapa belum mens juga?“, atau “Saya udah 3 hari ini mual-mual di pagi hari, jangan-jangan saya hamil“.
Dan masih banyak lagi ekspresi dan pertanyaan sederhana yang pada intinya menanyakan apakah dirinya hamil atau tidak.
Nah, untuk mempermudah mendeteksi apakah Anda hamil atau tidak, berikut dijabarkan 9 tanda dan gejala awal yang bisa jadi merupakan tanda kehamilan (possible signs).
Tanda-tanda ini dapat menjadi suatu sarana untuk mengira-ngira saja, tapi yang perlu diingat adalah, semua tanda di bawah ini bukanlah tanda pasti kehamilan.
Jadi, tidak menjamin jika Anda mengalami satu atau bahkan beberapa gejala seperti yang tertera di bawah ini, lalu Anda boleh mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi kehamilan.
Diagnosa pasti kehamilan hanya dapat ditegakkan ketikaditemukan adanya tanda kehidupan dalam rahim si ibu.
Beberapa gejala atau tanda kehamilan tersebut diantaranya adalah:
Nah, sekali lagi, sembilan tanda atau gejala kehamilan itu semuanya bukanlah tanda pasti, sehingga Anda sebaiknya memastikannya dengan melakukan tes kehamilan, atau memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk konfirmasi diagnosa.
Dan masih banyak lagi ekspresi dan pertanyaan sederhana yang pada intinya menanyakan apakah dirinya hamil atau tidak.
Nah, untuk mempermudah mendeteksi apakah Anda hamil atau tidak, berikut dijabarkan 9 tanda dan gejala awal yang bisa jadi merupakan tanda kehamilan (possible signs).
Tanda-tanda ini dapat menjadi suatu sarana untuk mengira-ngira saja, tapi yang perlu diingat adalah, semua tanda di bawah ini bukanlah tanda pasti kehamilan.
Jadi, tidak menjamin jika Anda mengalami satu atau bahkan beberapa gejala seperti yang tertera di bawah ini, lalu Anda boleh mengambil kesimpulan bahwa telah terjadi kehamilan.
Diagnosa pasti kehamilan hanya dapat ditegakkan ketikaditemukan adanya tanda kehidupan dalam rahim si ibu.
Beberapa gejala atau tanda kehamilan tersebut diantaranya adalah:
- Payudara yang membesar dan (kadang) nyeri. Anda merasakannya seperti saat mendekati menstruasi. Payudara Anda menjadi lebih besar, kadang nyeri jika disentuh. Beberapa wanita bahkan bisa merasakan perbedaannya beberapa hari setelah terjadinya pembuahan.
- Mudah lelah. Anda tiba-tiba jadi malas melakukan kegiatan biasanya, ingin tidur seharian, seperti kehabisan tenaga. Jangan coba melawannya, tenang saja, dan biarkan berjalan apa adanya sampai anda membuktikannya nanti.
- Mual dan Muntah. Gejala ini identik dengan kehamilan. Perubahan hormon (peningkatan hCG) akan menyebabkan wanita hamil merasa mual dan muntah di pagi hari -dan bahkan di siang dan malam hari. Jika Anda benar-benar positif hamil, tenang saja karena biasanya gejala ini hanya berlangsung di trimester 1.
- Penciuman lebih sensitif. Kadang ketika Anda merasa bahwa penciuman menjadi lebih tajam dari biasanya, bisa jadi Anda sedang “mencium” gejala kehamilan. Hal ini mungkin disebabkan karena perubahan hormonal dalam tubuh anda.
- Sering Kencing. Ooppps, kenapa ya akhir-akhir ini Anda mendapati diri jadi lebih sering ke toilet? Perubahan hormon bertanggung jawab penuh atas peningkatan aliran darah, dan juga frekuensi kencing Anda. Jadi saat ke toilet besok, mungkin anda perlu membawa alat tes kehamilan.
- Perut kembung. Jika belakangan anda sering merasa perut anda kembung (bloated), bisa jadi perubahan hormon akibat kehamilan adalah penyebabnya.
- Tidak haid. Walaupun tidak selalu berarti suatu kehamilan, tapi tidak munculnya haid bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda hamil. Sangat disarankan bagi wanita untuk rajin mencatat tanggal siklus haid mereka.
- Kenaikan suhu tubuh. Jika Anda teliti, suhu basal anda (suhu ketika anda baru bangun tidur di pagi hari) akan meningkat hingga 1 derajat semenjak terjadinya konsepsi, dan ini bisa berlangsung terus jika anda memang hamil.
- Spotting. Jika Anda sedang mengharapkan kehamilan, dan kalender sudah menunjukkan anda terlambat haid, jangan keburu panik ketika mendapati bercak darah (spotting). Itu bisa saja akibat penempelan embrio pada dinding rahim, dan itu hal yang normal. Yang perlu Anda lakukan adalah beristirahat, dan mungkin berkonsultasi dengan dokter Anda.
Nah, sekali lagi, sembilan tanda atau gejala kehamilan itu semuanya bukanlah tanda pasti, sehingga Anda sebaiknya memastikannya dengan melakukan tes kehamilan, atau memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk konfirmasi diagnosa.
9 Pertanda Anda Sedang Hamil
Tentu tidak asing lagi bagi kita dengan penyakit yang satu ini, ya Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD ini begitu ditakuti karena bisa menyebabkan kematian.
Maka tak heran ada banyak sekali yang ingin tahu bagaimana ciri-ciri demam berdarah baik pada dewasa ataupun anak-anak.
Ketika demam melanda, memang membuat siapa saja khawatir jangan-jangan penyebabnya adalah DBD, berhubung demam itu sendiri adalah gejala yang memiliki banyak penyebab, maka agak sulit bagi kita untuk memastikan apakah di sana ada ciri-ciri demam berdarah atau hanya demam yang disebabkan oleh penyakit ringan.
Baiklah, pembaca setia, kali ini tim dokter kami akan memberikan Anda petunjuk bagaimana kita mengenali ciri-ciri demam berdarah (DBD) dengan cara yang mudah sehingga Anda bisa menduganya tanpa bantuan dokter.
Apa Gejala dan Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Setelah digigit oleh nyamuk pembawa virus dengue, gejala demam berdarah tak langsung muncul melainkan menunggu masa inkubasi berkisar 3-14 (biasanya 4-7) hari.
Virus dengue akan menimbulkan penyakit dalam dua bentuk:
Apa perbedaan demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD)? mari kita simak penjelasan di bawah ini.
Seseorang yang baru pertama kali terpapar virus dengue (infeksi primer), maka penyakit yang muncul adalah demam dengue (DD).
Jika di kemudian hari setelah sembuh tergigit lagi oleh nyamuk pembawa virus dengue, maka yang terjadi adalah demam berdarah dengue dengan berbagai gejala dan ciri-cirinya.
Mengenal Ciri-ciri Demam Dengue (DD)
Ciri khas dari infeksi virus dengue pada tahap awal adalah demam yang mendadak tinggi dan nyeri di belakang bola mata.
Keluhan lain yang tidak khas lainnya seperti sakit kepala, pegal-pegal, dan sebagainya seperti ketika kita mengalami flu (flue like symptoms).
Namun, pada penyakit ini demamnya lebih tinggi dari flu, dan biasanya tidak ada keluhan hidung berair dan bersin-bersin (kalaupun ada tidak menonjol).
Lebih lengkap, berikut ciri-ciri dan gejala demam dengue (DD) yang harus Anda tahu:
Demam pada demam dengue (DD) ataupun demam berdarah (DBD) berlangsung sekitar enam hingga tujuh hari, pada hari 1-2 demam tinggi, hari ke 3-4 demam turun, hari ke 5-6 demam naik lagi (sedikit) membentuk pola pelana kuda atau disebut dengan pola biphasic.
Secara klinis, demam akan diikuti dengan penurunan jumlah trombosit hingga suhu penderitanya normal.
Ingat-ingat gejala utama demam dengue berikut ini:
Infeksi virus dengue atau demam berdarah terkadang mirip dengan gejala chikungunya, karena ciri-ciri kedua penyakit ini ditandai dengan demam serta nyeri otot dan sendi.Meskipun penyakit ini mirip, namun pada chikungunya nyeri sendi lebih menonjol dan berkepanjangan dibanding demam berdarah.
Di samping itu ptekie atau bintik perdarahan lebih sering terjadi pada kasus infeksi demam berdarah.
Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) Sedikit Berbeda dengan DD
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus yang sama dengan demam dengue.
Tak heran, pada gejala awal demam berdarah mirip dengan demam dengue seperti di atas, tapi setelah beberapa hari muncul tanda-tanda khasnya, yaitu tanda perdarahan dan kebocoran plasma.
Mengapa gejala DBD berbeda?
karena ini jenis infeksi sekunder yang berarti tubuh sudah memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut.
Namun, perlawanan kekebalan tubuh terhadap virus dengue inilah yang menimbulkan banyak dampak yang nantinya menjadi gejala yang bisa kita amati.
Tiga hal yang membedakan DBD dengan DD, pada DBD terjadi kebocoran plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah, hipovolemia dan mekanisme pembekuan darah yang abnormal.
Bagaimana kita bisa mengenali Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut?
Gejala awal DBD mirip atau bahkan sama dengan demam dengue, namun ketika demam pada hari ke empat, penderita DBD akan mengalami tanda-tanda pendarahan dan kebocoran plasma yang bahkan bisa masuk dalam fase kritis.
Berikut ciri-ciri dan gejala demam berdarah dengue (DBD) yang perlu diwaspadai:
Penyakit demam berdarah sering dimulai dengan kenaikan suhu yang mendadak disertai dengan wajah panas memerah dan gejala lain seperti flu sebagaimana dijelaskan di atas.
Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan suhunya bisa mencapai 41 °C.
Dalam kasus demam berdarah sedang, semua tanda dan gejala akan mereda setelah demam turun.
Pada kasus yang parah, kondisi pasien dapat tiba-tiba memburuk setelah beberapa hari demam; suhu turun, diikuti oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi darah akibat volume darah yang rendah karena kebocoran.
Jika demikian, penderita mungkin cepat masuk ke dalam keadaan kritis yaitu shock yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS).
Tanda awal akibat pembuluh darah yang rapuh adalah perdarahan kecil yang mungkin muncul sebagai bintik-bintik kecil pada kulit (ptekie) dan bisa juga berupa pendarahan bawah kulit yang lebih besar (ekimosis).
Seiring perjalanan penyakit yang semakin memburuk, pendarahan bisa terjadi di organ-organ dalam, misalnya di saluran cerna sehingga menyebabkan muntah darah atau BAB hitam.
Di samping itu, bisa juga terjadi di rongga-rongga dalam, seperti rongga perut dan dada yang tidak bisa dilihat dari luar.
Jika banyak darah yang keluar, maka apalagi yang akan dipompa oleh jantung, inilah kenapa seseorang mengalami syok.
Syok dapat menyebabkan kematian dalam waktu 12 sampai 24 jam.
Namun, jika pasien mendapatkan perawatan yang tepat, kemungkinan masih bisa disembuhkan.
Perubahan dari BDB menjadi DSS terjadi setelah 3-5 hari demam. Pada fase ini, demam sering turun.
Hati-hati, ini bisa menyesatkan karena banyak yang menganggap bahwa ketika demam turun maka pasien akan sembuh.
Justru sebaliknya, ini adalah fase demam berdarah yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan yang tinggi.
Pada Dengue Shock Syndrome (DSS) Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) ditambah:
Apa yang Harus kita Lakukan?
Dengan penjelasan ini memang sulit bagi orang awam untuk mengetahui secara pasti apakah demam yang dialami disebabkan demam berdarah atau yang lain, untuk itu pada hari ke-3 demam sangat kami anjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, karena itu merupakan waktu yang tepat dalam menentukan penyebab penyakit.
Dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang yang berupa tes darah.
Karena rasanya tidak mungkin menentukan kasus demam berdarah tanpa melakukan pemeriksaan darah.
Dikatakan positif apabila apabila seseorang mengalami gejala DBD di atas dan pada pemeriksaan darah ditemukan trombosit rendah, hematokrit meningkat (>20%), hipoproteinemia.Selalu konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.
Maka tak heran ada banyak sekali yang ingin tahu bagaimana ciri-ciri demam berdarah baik pada dewasa ataupun anak-anak.
Ketika demam melanda, memang membuat siapa saja khawatir jangan-jangan penyebabnya adalah DBD, berhubung demam itu sendiri adalah gejala yang memiliki banyak penyebab, maka agak sulit bagi kita untuk memastikan apakah di sana ada ciri-ciri demam berdarah atau hanya demam yang disebabkan oleh penyakit ringan.
Baiklah, pembaca setia, kali ini tim dokter kami akan memberikan Anda petunjuk bagaimana kita mengenali ciri-ciri demam berdarah (DBD) dengan cara yang mudah sehingga Anda bisa menduganya tanpa bantuan dokter.
Apa Gejala dan Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD)?
Setelah digigit oleh nyamuk pembawa virus dengue, gejala demam berdarah tak langsung muncul melainkan menunggu masa inkubasi berkisar 3-14 (biasanya 4-7) hari.
Virus dengue akan menimbulkan penyakit dalam dua bentuk:
- Demam Dengue (DD)
- Demam Berdarah Dengue (DBD)
Apa perbedaan demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD)? mari kita simak penjelasan di bawah ini.
Seseorang yang baru pertama kali terpapar virus dengue (infeksi primer), maka penyakit yang muncul adalah demam dengue (DD).
Jika di kemudian hari setelah sembuh tergigit lagi oleh nyamuk pembawa virus dengue, maka yang terjadi adalah demam berdarah dengue dengan berbagai gejala dan ciri-cirinya.
Mengenal Ciri-ciri Demam Dengue (DD)
Ciri khas dari infeksi virus dengue pada tahap awal adalah demam yang mendadak tinggi dan nyeri di belakang bola mata.
Keluhan lain yang tidak khas lainnya seperti sakit kepala, pegal-pegal, dan sebagainya seperti ketika kita mengalami flu (flue like symptoms).
Namun, pada penyakit ini demamnya lebih tinggi dari flu, dan biasanya tidak ada keluhan hidung berair dan bersin-bersin (kalaupun ada tidak menonjol).
Lebih lengkap, berikut ciri-ciri dan gejala demam dengue (DD) yang harus Anda tahu:
- Mengalami demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C.
- Menggigil.
- Sakit kepala parah.
- Nyeri di belakang bola mata.
- Sakit pinggang.
- Nyeri pada kaki dan sendi.
- Ruam Kemerahan pada kulit.
- Ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman.
- Mungkin juga terjadi gastritis dengan kombinasi sakit di perut yang disertai dengan mual, muntah, atau diare.
- Pada beberapa kasus demam dengue menunjukkan gejala yang lebih ringan yang dapat salah didiagnosis sebagai influenza, chikungunya, atau infeksi virus lainnya bila tidak ada ruam.
Demam pada demam dengue (DD) ataupun demam berdarah (DBD) berlangsung sekitar enam hingga tujuh hari, pada hari 1-2 demam tinggi, hari ke 3-4 demam turun, hari ke 5-6 demam naik lagi (sedikit) membentuk pola pelana kuda atau disebut dengan pola biphasic.
Secara klinis, demam akan diikuti dengan penurunan jumlah trombosit hingga suhu penderitanya normal.
Ingat-ingat gejala utama demam dengue berikut ini:
- Demam mendadak tinggi.
- Sakit kepala parah (terutama di dahi).
- Nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata.
- Nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi.
- Mual atau muntah.
Infeksi virus dengue atau demam berdarah terkadang mirip dengan gejala chikungunya, karena ciri-ciri kedua penyakit ini ditandai dengan demam serta nyeri otot dan sendi.Meskipun penyakit ini mirip, namun pada chikungunya nyeri sendi lebih menonjol dan berkepanjangan dibanding demam berdarah.
Di samping itu ptekie atau bintik perdarahan lebih sering terjadi pada kasus infeksi demam berdarah.
Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) Sedikit Berbeda dengan DD
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus yang sama dengan demam dengue.
Tak heran, pada gejala awal demam berdarah mirip dengan demam dengue seperti di atas, tapi setelah beberapa hari muncul tanda-tanda khasnya, yaitu tanda perdarahan dan kebocoran plasma.
Mengapa gejala DBD berbeda?
karena ini jenis infeksi sekunder yang berarti tubuh sudah memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut.
Namun, perlawanan kekebalan tubuh terhadap virus dengue inilah yang menimbulkan banyak dampak yang nantinya menjadi gejala yang bisa kita amati.
Tiga hal yang membedakan DBD dengan DD, pada DBD terjadi kebocoran plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah, hipovolemia dan mekanisme pembekuan darah yang abnormal.
- Peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Pembuluh darah lebih rapuh sehingga cairan yang berada di dalamnya bisa merembes keluar (bocor) ke jaringan disekitarnya. Hal ini pula yang menyebabkan pendarahan.
- Hipovolemia. Cairan dalam pembuluh darah menjadi menurun akibat kebocoran tadi. Tekanan darah bisa turun bahkan sampai drop.
- Pembekuan darah abnormal. Akibat jumlah trombosit yang turun, proses pembekuan tidak berjalan baik sehingga pendarahan bisa berlanjut.
Bagaimana kita bisa mengenali Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut?
Gejala awal DBD mirip atau bahkan sama dengan demam dengue, namun ketika demam pada hari ke empat, penderita DBD akan mengalami tanda-tanda pendarahan dan kebocoran plasma yang bahkan bisa masuk dalam fase kritis.
Berikut ciri-ciri dan gejala demam berdarah dengue (DBD) yang perlu diwaspadai:
- Demam mendadak tinggi.
- Sakit kepala parah (terutama di dahi).
- Nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata.
- Nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi.
- Mual atau muntah.
- Ruam Kemerahan pada kulit.
- Ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman.
- Perdarahan dari hidung, mulut dan gusi atau memar kulit.
- Nyeri parah dan terus menerus pada perut.
- Sering muntah dengan atau tanpa darah.
- Buang air besar warna hitam (melena).
- Haus berlebihan (mulut kering).
- Pucat, kulit teraba dingin.
- Gelisah, atau mengantuk.
- Sesak nafas.
( ! ) yang bertanda merah adalah gejala pendarahan dan kebocoran plasma yang mengindikasikan adanya DBD sehingga mengharuskan Anda untuk segera mencari pertolongan medis.Sekilas penjelasan urutan gejala DBD
Penyakit demam berdarah sering dimulai dengan kenaikan suhu yang mendadak disertai dengan wajah panas memerah dan gejala lain seperti flu sebagaimana dijelaskan di atas.
Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan suhunya bisa mencapai 41 °C.
Dalam kasus demam berdarah sedang, semua tanda dan gejala akan mereda setelah demam turun.
Pada kasus yang parah, kondisi pasien dapat tiba-tiba memburuk setelah beberapa hari demam; suhu turun, diikuti oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi darah akibat volume darah yang rendah karena kebocoran.
Jika demikian, penderita mungkin cepat masuk ke dalam keadaan kritis yaitu shock yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS).
Tanda awal akibat pembuluh darah yang rapuh adalah perdarahan kecil yang mungkin muncul sebagai bintik-bintik kecil pada kulit (ptekie) dan bisa juga berupa pendarahan bawah kulit yang lebih besar (ekimosis).
Seiring perjalanan penyakit yang semakin memburuk, pendarahan bisa terjadi di organ-organ dalam, misalnya di saluran cerna sehingga menyebabkan muntah darah atau BAB hitam.
Di samping itu, bisa juga terjadi di rongga-rongga dalam, seperti rongga perut dan dada yang tidak bisa dilihat dari luar.
Jika banyak darah yang keluar, maka apalagi yang akan dipompa oleh jantung, inilah kenapa seseorang mengalami syok.
Syok dapat menyebabkan kematian dalam waktu 12 sampai 24 jam.
Namun, jika pasien mendapatkan perawatan yang tepat, kemungkinan masih bisa disembuhkan.
Perubahan dari BDB menjadi DSS terjadi setelah 3-5 hari demam. Pada fase ini, demam sering turun.
Hati-hati, ini bisa menyesatkan karena banyak yang menganggap bahwa ketika demam turun maka pasien akan sembuh.
Justru sebaliknya, ini adalah fase demam berdarah yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan yang tinggi.
Pada Dengue Shock Syndrome (DSS) Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) ditambah:
- Nadi teraba cepat dan lemah.
- Tekanan nadi kurang dari 20 mmHg.
- Kulit teraba dingin, basah dan gelisah.
Apa yang Harus kita Lakukan?
Dengan penjelasan ini memang sulit bagi orang awam untuk mengetahui secara pasti apakah demam yang dialami disebabkan demam berdarah atau yang lain, untuk itu pada hari ke-3 demam sangat kami anjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, karena itu merupakan waktu yang tepat dalam menentukan penyebab penyakit.
Dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang yang berupa tes darah.
Karena rasanya tidak mungkin menentukan kasus demam berdarah tanpa melakukan pemeriksaan darah.
Dikatakan positif apabila apabila seseorang mengalami gejala DBD di atas dan pada pemeriksaan darah ditemukan trombosit rendah, hematokrit meningkat (>20%), hipoproteinemia.Selalu konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.
Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD)
Makanan untuk penderita tipes sebaiknya divariasikan dengan berbagai menu, agar dapat meningkatkan nafsu makan penderitanya.
Perbanyak sumber makanan yang berkalori tinggi dan hindari makanan berserat tinggi, makanan pedas, asam serta berminyak.
Tipes atau deman tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.
Penyakit ini umumnya disebarkan melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi feses atau air seni penderitanya.
Perlu diketahui, bahwa penyakit tipes dan tifus (typhus) merupakan dua jenis penyakit yang berbeda.
Jika tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, penyakit tifus (typhus) disebabkan oleh bakteri berbeda yakni Rickettsia dan Orientia tsutsugamushi.
Penyebarannya pun berbeda.
Tipes disebarkan melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri penyebab sehingga masuk melalui saluran cerna.
Sedangkan tifus menular melalui perlukaan pada tubuh, yakni ketika terkena kotoran atau gigitan kutu (tungau) yang biasa terdapat pada tempat tidur atau pada hewan seperti tikus, anjing dan kucing.
Meski begitu, baik pada tipes atau pun tifus, memiliki gejala yang mirip, seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, diare, berkurangnya nafsu makan dan lain sebagainya.
Dengan berbagai gejala tersebut, tak heran apabila seseorang yang mengalami penyakit ini kerap mengalami kelelahan yang sangat.
Oleh karena itu, agar proses pemulihan tubuh dapat berjalan lebih cepat, maka asupan makanan yang tepat juga harus benar-benar diperhatikan.
Khusus untuk tipes, bagian tubuh yang mengalami gangguan terutama terfokus pada saluran cerna, khususnya usus halus.
Oleh sebab itu, ada banyak anjuran dan pantangan makanan untuk penderita tipes.
Selain obat-obatan yang dianjurkan dokter (Obat Sakit Tipes yang Bisa Dibeli di Apotek)
Prinsip Memilih Makanan untuk Penderita Tipes
Makanan berkalori tinggi merupakan jenis makanan yang paling direkomendasikan bagi para penderita tipes.
Mengapa? karena makanan berkalori tinggi mampu diolah dengan cepat oleh tubuh menjadi energi sekaligus membantu berat badan agar tetap stabil.
Selain itu, konsumsi pula jenis makanan yang kaya protein dan berserat halus.
Hindari makanan yang mengandungserat tinggi, makanan pedas, dan berlemak karena sulit dicerna dan dapat mengiritasi usus yang sudah meradang.
Berikut anjuran makanan untuk penderita tipes agar sembuh lebih cepat:
1. Bubur
Bubur merupakan salah satu makanan untuk penderita tipes yang paling banyak direkomendasikan.
Mengingat teksturnya yang halus dan mudah dicerna sehingga tidak memberatkan kerja sistem pencernaan, terutama usus.
Agar lebih menggugah selera, sajikan bubur dengan kaldu ayam, kecap manis, kacang kedelai dan sedikit suwiran dada ayam rebus.
2. Nasi
Apabila penderita kurang selera dengan menu bubur yang disajikan, maka tak ada salahnya untuk mengonsumsi nasi.
Nasi merupakan jenis karbohidrat sederhana yang tentunya memiliki kalori tinggi sehingga dapat memberikan energi instan bagi penderita agar lebih kuat dalam melawan penyakit tipes.
Ada baiknya nasi yang akan disajikan memiliki tekstur yang lebih lembut dari biasanya.
Disarankan untuk mengolahnya menjadi nasi tim yang berisi kaldu ayam, telur rebus, jamur merang, bawang putih dan bawang bombay, jahe serta dada ayam yang di potong dadu agar mendapatkan gizi yang lengkap.
3. Kentang Tumbuk
Kentang tumbuk atau mashed potato sangat pas bila disajikan sebagai menu makanan untuk penderita tipes.
Di dalam kentang tumbuk terdapat beberapa nutrisi atau gizi penting yang bisa didapatkan dari bahan dasarnya seperti susu, beberapa sayuran dan rempah serta dari kentang sendiri yang mengandung karbohidrat tinggi.
4. Puding
Agar menu makanan penderita tipes lebih bervariasi, masukkan puding ke dalamnya.
Puding memiliki tekstur yang lembut serta mudah dicerna.
Kandungan gula pada puding juga dapat dijadikan sumber tenaga, terlebih bila puding diolah dengan susu dan campuran buah seperti cranberry atau alpukat.
Selain dapat mengundang nafsu makan, nutrisnya pun sangat bermanfaat bagi penderita.
5. Ikan
Ikan kaya akan kandungan protein hewani yang sangat mudah dicerna dan mampu mendongkrak energi.
Beberapa ikan laut seperti salmon, tuna dan makarel kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan kesehatan penderita tipes.
Olah lah ikan dengan cara di rebus, di tim atau di pepes dengan tambahan beberapa rempah-rempah agar nutrisinya semakin lengkap.
6. Telur
Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang sangat tinggi.
Bukan itu saja, telur juga merupakan sumber makanan yang padat gizi, diantaranya seperti kalsium, mineral, zat besi, asam amino esensial dan masih banyak lagi.
Dengan berbagai kandungannya tersebut, maka tak heran apabila telur termasuk salah satu makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita tipes.
Sebelum disajikan, telur dapat di olah dengan cara di rebus, di dadar atau di orak arik dengan campuran sedikit minyak zaitun atau minyak wijen.
7. Dada Ayam
Dibandingkan daging sapi, daging ayam terutama bagian dada lebih rendah lemak dan memiliki serat yang lebih halus, sehingga lebih cocok dikonsumsi oleh penderita tipes.
Dada ayam rebus yang di suwir atau di potong dadu dapat dijadikan pelengkap dari menu utama makanan untuk penderita tipes seperti bubur, nasi dan kentang tumbuk.
Satu porsi dada ayam mengandung protein sekitar 25 gram, kalori sebesar 170 Kkal dan ditambah dengan kandungan zat besinya yang mampu mencukupi 4% dari nilai harian zat besi yang direkomendasikan.
8. Pisang
Pisang berkhasiat dalam membantu meredakan gejala demam dan diare yang dialami oleh penderita tipes, berkat senyawa pektin didalamnya.
Di samping itu, kandungan potasiumnya yang tinggi mampu menggantikan elektrolittubuh yang hilang.
9. Cranberry
Buah cranberry merupakan jenis buah yang termasuk dalam keluarga beri-berian.
Buah ini bersifat anti-bakteri berkat berbagai senyawa antioksidan dan nutrisi penting didalamnya, sehingga dapat diandalkan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Rasanya yang menyegarkan sangat cocok dikonsumsi baik secara langsung atau di olah menjadi jus cranberry yang menyehatkan.
10. Alpukat
Buah yang satu ini tergolong salah satu superfood.
Bagaimana tidak, berbekal kandungan serat, antioksidan, vitamin, mineral dan lemak baik didalamnya, buah alpukat seringkali direkomendasikan sebagai obat herbal untuk membantu mengobati berbagai penyakit, termasuk tipes.
Menambahkan alpukat ke dalam menu makanan untuk penderita tipes menjadi salah satu pilihan cerdas guna mempercepat penyembuhan.
11. Wortel
Wortel kaya akan kandungan beta-karoten yang tak hanya berdampak positif bagi kesehatan mata, namun mampu mempertahankan kekebalan tubuh sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan.
Bahkan, kandungan falcarinol di dalam wortel kabarnya mampu melawan sel kanker terutama kanker usus.
Cobalah untuk mengolah sayuran satu ini dengan cara dipanggang, karena konon wortel panggang mengandung antioksidan yang lebih tinggi hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan wortel mentah.
12. Buncis
Kandungan serat dalam buncis tidak terlalu tinggi sehingga tidak akan membebani kerja usus dan saluran cernalainnya.
Selain itu, buncis juga mampu meningkatkan imunitas karena merupakan sumber flavonoid dan karotenoid yang bertindak sebagai senyawa antioksidan.
13. Bayam
Bayam menjadi salah satu asupan penting yang tak bisa dikesampingkan kehadirannya.
Sebab sayuran yang satu ini sarat akan zat besi, asam folat, vitamin K, vitamin C, lutein dan antioksidan yang kesemuanya memiliki andil besar dalam membantu mengatasi penyakit tipes.
Pilihlah bayam segar dengan daun yang masih muda, kemudian olah lah dengan cara direbus sebagai teman makan nasi tim atau kentang tumbuk.
14. Cengkeh
Cengkeh juga bermanfaat untuk mengobati tipes atau demam tifoid karena memiliki sifat antibakteri yang mampu membunuh bakteri penyebab.
Khasiatnya semakin bertambah, sebab cengkeh dapat membantu mengurangi muntahdan diare, yang merupakan dua gejala umum penyakit tipes.
15. Daun Basil
Daun basil memiliki khasiat sebagai antibiotik dan antibakteri, sehingga tak mengherankan apabila daun yang identik dengan daun kemangi ini dapat disajikan sebagai menu makanan untuk penderita tipes.
Konsumsilah daun basil dalam bentuk segar atau masukkan ke dalam bubur atau kentang tumbuk sebagai penambah nutrisi.
16. Air Kelapa
Air kelapa mengandung gula dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh terlebih ketika sedang menderita tipes.
Menikmati segelas air kelapa juga dapat menyegarkan tubuh secara alami sehingga membantu mengatasi kelelahan yang kerap dirasakan penderitanya.
17. Cuka Apel
Selain air kelapa, cuka apel juga dapat dijadikan alternatif dalam membantu meringankan berbagai gejala penyakit tipes.
Sifat asam dalam cuka apel mampu menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
Apabila ingin mengonsumsinya, cukup campurkan ½ sendok teh cuka apel dan sedikit madu ke dalam segelas air.
Minumlah sebelum makan sehari sekali setiap harinya hingga gejala dirasa mereda.
18. Madu
Tak ada yang mampu menyangkal kehebatan madu sebagai obat alami dari berbagai macam penyakit.
Madu mengandung glukosa dan fruktosa yang mampu meningkatkan energi dan berbagai nutrisi penting lainnya yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
Masukkan satu sendok madu ke dalam segelas air hangat dan minumlah setiap hari guna memulihkan energi yang terkuras dan mempercepat penyembuhan.
Jika kita cermati, daftar makanan di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Ternyata banyak makanan dan minumam yang dapat dinikmati penderita tipes.
Jadi, jangan menganggap penderita tipes hanya boleh makan bubur saja.
Karena sebenarnya penderita tipes sah-sah saja mengonsumsi makanan di luar bubur.
Kuncinya konsumsi makanan berkalori tinggi, kaya akan protein yang berserat halus dan hindari sumber makanan berserat tinggi, makanan pedas dan makanan yang diolah dengan cara deep frying atau menggoreng dengan banyak minyak.
Perbanyak sumber makanan yang berkalori tinggi dan hindari makanan berserat tinggi, makanan pedas, asam serta berminyak.
Tipes atau deman tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.
Penyakit ini umumnya disebarkan melalui makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi feses atau air seni penderitanya.
Perlu diketahui, bahwa penyakit tipes dan tifus (typhus) merupakan dua jenis penyakit yang berbeda.
Jika tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, penyakit tifus (typhus) disebabkan oleh bakteri berbeda yakni Rickettsia dan Orientia tsutsugamushi.
Penyebarannya pun berbeda.
Tipes disebarkan melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri penyebab sehingga masuk melalui saluran cerna.
Sedangkan tifus menular melalui perlukaan pada tubuh, yakni ketika terkena kotoran atau gigitan kutu (tungau) yang biasa terdapat pada tempat tidur atau pada hewan seperti tikus, anjing dan kucing.
Meski begitu, baik pada tipes atau pun tifus, memiliki gejala yang mirip, seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, diare, berkurangnya nafsu makan dan lain sebagainya.
Dengan berbagai gejala tersebut, tak heran apabila seseorang yang mengalami penyakit ini kerap mengalami kelelahan yang sangat.
Oleh karena itu, agar proses pemulihan tubuh dapat berjalan lebih cepat, maka asupan makanan yang tepat juga harus benar-benar diperhatikan.
Khusus untuk tipes, bagian tubuh yang mengalami gangguan terutama terfokus pada saluran cerna, khususnya usus halus.
Oleh sebab itu, ada banyak anjuran dan pantangan makanan untuk penderita tipes.
Selain obat-obatan yang dianjurkan dokter (Obat Sakit Tipes yang Bisa Dibeli di Apotek)
Prinsip Memilih Makanan untuk Penderita Tipes
Makanan berkalori tinggi merupakan jenis makanan yang paling direkomendasikan bagi para penderita tipes.
Mengapa? karena makanan berkalori tinggi mampu diolah dengan cepat oleh tubuh menjadi energi sekaligus membantu berat badan agar tetap stabil.
Selain itu, konsumsi pula jenis makanan yang kaya protein dan berserat halus.
Hindari makanan yang mengandungserat tinggi, makanan pedas, dan berlemak karena sulit dicerna dan dapat mengiritasi usus yang sudah meradang.
Berikut anjuran makanan untuk penderita tipes agar sembuh lebih cepat:
1. Bubur
Bubur merupakan salah satu makanan untuk penderita tipes yang paling banyak direkomendasikan.
Mengingat teksturnya yang halus dan mudah dicerna sehingga tidak memberatkan kerja sistem pencernaan, terutama usus.
Agar lebih menggugah selera, sajikan bubur dengan kaldu ayam, kecap manis, kacang kedelai dan sedikit suwiran dada ayam rebus.
2. Nasi
Apabila penderita kurang selera dengan menu bubur yang disajikan, maka tak ada salahnya untuk mengonsumsi nasi.
Nasi merupakan jenis karbohidrat sederhana yang tentunya memiliki kalori tinggi sehingga dapat memberikan energi instan bagi penderita agar lebih kuat dalam melawan penyakit tipes.
Ada baiknya nasi yang akan disajikan memiliki tekstur yang lebih lembut dari biasanya.
Disarankan untuk mengolahnya menjadi nasi tim yang berisi kaldu ayam, telur rebus, jamur merang, bawang putih dan bawang bombay, jahe serta dada ayam yang di potong dadu agar mendapatkan gizi yang lengkap.
3. Kentang Tumbuk
Kentang tumbuk atau mashed potato sangat pas bila disajikan sebagai menu makanan untuk penderita tipes.
Di dalam kentang tumbuk terdapat beberapa nutrisi atau gizi penting yang bisa didapatkan dari bahan dasarnya seperti susu, beberapa sayuran dan rempah serta dari kentang sendiri yang mengandung karbohidrat tinggi.
4. Puding
Agar menu makanan penderita tipes lebih bervariasi, masukkan puding ke dalamnya.
Puding memiliki tekstur yang lembut serta mudah dicerna.
Kandungan gula pada puding juga dapat dijadikan sumber tenaga, terlebih bila puding diolah dengan susu dan campuran buah seperti cranberry atau alpukat.
Selain dapat mengundang nafsu makan, nutrisnya pun sangat bermanfaat bagi penderita.
5. Ikan
Ikan kaya akan kandungan protein hewani yang sangat mudah dicerna dan mampu mendongkrak energi.
Beberapa ikan laut seperti salmon, tuna dan makarel kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan kesehatan penderita tipes.
Olah lah ikan dengan cara di rebus, di tim atau di pepes dengan tambahan beberapa rempah-rempah agar nutrisinya semakin lengkap.
6. Telur
Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang sangat tinggi.
Bukan itu saja, telur juga merupakan sumber makanan yang padat gizi, diantaranya seperti kalsium, mineral, zat besi, asam amino esensial dan masih banyak lagi.
Dengan berbagai kandungannya tersebut, maka tak heran apabila telur termasuk salah satu makanan yang sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita tipes.
Sebelum disajikan, telur dapat di olah dengan cara di rebus, di dadar atau di orak arik dengan campuran sedikit minyak zaitun atau minyak wijen.
7. Dada Ayam
Dibandingkan daging sapi, daging ayam terutama bagian dada lebih rendah lemak dan memiliki serat yang lebih halus, sehingga lebih cocok dikonsumsi oleh penderita tipes.
Dada ayam rebus yang di suwir atau di potong dadu dapat dijadikan pelengkap dari menu utama makanan untuk penderita tipes seperti bubur, nasi dan kentang tumbuk.
Satu porsi dada ayam mengandung protein sekitar 25 gram, kalori sebesar 170 Kkal dan ditambah dengan kandungan zat besinya yang mampu mencukupi 4% dari nilai harian zat besi yang direkomendasikan.
8. Pisang
Pisang berkhasiat dalam membantu meredakan gejala demam dan diare yang dialami oleh penderita tipes, berkat senyawa pektin didalamnya.
Di samping itu, kandungan potasiumnya yang tinggi mampu menggantikan elektrolittubuh yang hilang.
9. Cranberry
Buah cranberry merupakan jenis buah yang termasuk dalam keluarga beri-berian.
Buah ini bersifat anti-bakteri berkat berbagai senyawa antioksidan dan nutrisi penting didalamnya, sehingga dapat diandalkan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Rasanya yang menyegarkan sangat cocok dikonsumsi baik secara langsung atau di olah menjadi jus cranberry yang menyehatkan.
10. Alpukat
Buah yang satu ini tergolong salah satu superfood.
Bagaimana tidak, berbekal kandungan serat, antioksidan, vitamin, mineral dan lemak baik didalamnya, buah alpukat seringkali direkomendasikan sebagai obat herbal untuk membantu mengobati berbagai penyakit, termasuk tipes.
Menambahkan alpukat ke dalam menu makanan untuk penderita tipes menjadi salah satu pilihan cerdas guna mempercepat penyembuhan.
11. Wortel
Wortel kaya akan kandungan beta-karoten yang tak hanya berdampak positif bagi kesehatan mata, namun mampu mempertahankan kekebalan tubuh sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan.
Bahkan, kandungan falcarinol di dalam wortel kabarnya mampu melawan sel kanker terutama kanker usus.
Cobalah untuk mengolah sayuran satu ini dengan cara dipanggang, karena konon wortel panggang mengandung antioksidan yang lebih tinggi hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan wortel mentah.
12. Buncis
Kandungan serat dalam buncis tidak terlalu tinggi sehingga tidak akan membebani kerja usus dan saluran cernalainnya.
Selain itu, buncis juga mampu meningkatkan imunitas karena merupakan sumber flavonoid dan karotenoid yang bertindak sebagai senyawa antioksidan.
13. Bayam
Bayam menjadi salah satu asupan penting yang tak bisa dikesampingkan kehadirannya.
Sebab sayuran yang satu ini sarat akan zat besi, asam folat, vitamin K, vitamin C, lutein dan antioksidan yang kesemuanya memiliki andil besar dalam membantu mengatasi penyakit tipes.
Pilihlah bayam segar dengan daun yang masih muda, kemudian olah lah dengan cara direbus sebagai teman makan nasi tim atau kentang tumbuk.
14. Cengkeh
Cengkeh juga bermanfaat untuk mengobati tipes atau demam tifoid karena memiliki sifat antibakteri yang mampu membunuh bakteri penyebab.
Khasiatnya semakin bertambah, sebab cengkeh dapat membantu mengurangi muntahdan diare, yang merupakan dua gejala umum penyakit tipes.
15. Daun Basil
Daun basil memiliki khasiat sebagai antibiotik dan antibakteri, sehingga tak mengherankan apabila daun yang identik dengan daun kemangi ini dapat disajikan sebagai menu makanan untuk penderita tipes.
Konsumsilah daun basil dalam bentuk segar atau masukkan ke dalam bubur atau kentang tumbuk sebagai penambah nutrisi.
16. Air Kelapa
Air kelapa mengandung gula dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh terlebih ketika sedang menderita tipes.
Menikmati segelas air kelapa juga dapat menyegarkan tubuh secara alami sehingga membantu mengatasi kelelahan yang kerap dirasakan penderitanya.
17. Cuka Apel
Selain air kelapa, cuka apel juga dapat dijadikan alternatif dalam membantu meringankan berbagai gejala penyakit tipes.
Sifat asam dalam cuka apel mampu menurunkan suhu tubuh yang tinggi.
Apabila ingin mengonsumsinya, cukup campurkan ½ sendok teh cuka apel dan sedikit madu ke dalam segelas air.
Minumlah sebelum makan sehari sekali setiap harinya hingga gejala dirasa mereda.
18. Madu
Tak ada yang mampu menyangkal kehebatan madu sebagai obat alami dari berbagai macam penyakit.
Madu mengandung glukosa dan fruktosa yang mampu meningkatkan energi dan berbagai nutrisi penting lainnya yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
Masukkan satu sendok madu ke dalam segelas air hangat dan minumlah setiap hari guna memulihkan energi yang terkuras dan mempercepat penyembuhan.
Jika kita cermati, daftar makanan di atas dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Sumber Karbohidrat Sederhana : 1-4
- Sumber Protein Berserat Halus : 5-7
- Buah-Buahan : 8 -10
- Sayuran : 11-13
- Rempah-Rempah 14 -15
- Minuman : 16 - 18
Ternyata banyak makanan dan minumam yang dapat dinikmati penderita tipes.
Jadi, jangan menganggap penderita tipes hanya boleh makan bubur saja.
Karena sebenarnya penderita tipes sah-sah saja mengonsumsi makanan di luar bubur.
Kuncinya konsumsi makanan berkalori tinggi, kaya akan protein yang berserat halus dan hindari sumber makanan berserat tinggi, makanan pedas dan makanan yang diolah dengan cara deep frying atau menggoreng dengan banyak minyak.
Makanan Untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh
Kebanyakan orang berpendapat, anak penderita ADHD disebabkan oleh kurangnya penerapan disiplin dari orang tua, latar belakang keluarga yang berantakan, bahkan, terlalu banyak menonton tv.
Faktanya, ADHD disebabkan oleh gangguan genetis dan beberapa faktor lingkungan lainnya.
Mengenal ADHD
ADHD merupakan salah satu gangguan yang menyerang jutaan anak di dunia, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder dapat menyerang siapapun.
Anak dengan ADHD memiliki perbedaan dalam perkembangan otak dan aktifitas otak yang mempengaruhi perhatian, kemampuan duduk diam dan pengendalian diri.
Kondisi tersebut dapat mempengaruhi anak di rumah, sekolah dan masyarakat.
Ciri-ciri anak mengalami ADHD
Sudah menjadi hal umum bahwa anak-anak sulit untuk duduk diam, memberikan perhatian dan mengikuti aturan namun anak dengan ADHD akan mengalami kesulitan yang lebih.
Anak dengan ADHD mungkin akan memiliki beberapa ciri dibawah ini:
Penyebab Anak Bisa ADHD
Pestisida
Sebuah penelitian menemukan tingginya tingkat organofosfat (sejenis insektisida) pada urin penderita ADHD dan ibu yang mengandung (sehingga melahirkan bayi yang menderita ADHD).
Disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran organik.
Ibu yang merokok dan mengosumsi alkohol saat hamil
Janin yang terekpos nikotin (tembakau) dan alkohol, memiliki resiko dua kali lipat lebih tinggi terkena ADHD, atau fetal alcohol syndrome.
Zat tambahan pada makanan
Makanan yang dikonsumsi ibu juga sangat berpengaruh pada kemungkinan anak menderita ADHD, zat makanan yang dimaksud dapat berupa pewarna dan pengawet.
Pola makan yang salah
Makan terlalu banyak, memang tidak diperbolehkan, tapi terlalu membatasi asupan juga tidak baik. Terlalu membatasi makanan dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat-zat penting, yang salah satunya adalah untuk perkembangan otak.
Keturunan
Seseorang memiliki resiko empat kali lipat terkena ADHD jika salah satu orang tua mereka juga mengalami ADHD.
Racun
Banyak ditemukan pada mainan, kosmetik untuk anak dan makanan.
Melihat beberapa fakta penyebab ADHD diatas, hampir seluruhnya berasal dari makanan.
Sebagai saran, bawakan bekal sehat untuk anak, untuk menghindari anak banyak membeli jajanan yang tidak diketahui kandungannya.
Pengobatan ADHD
Pengobatan untuk ADHD biasa meliputi:
Obat
Untuk mengaktifasi otak agar anak dapat konsentrasi, duduk diam dan menggunakan kontrol diri
Terapi kelakuan
Terapis dapat menolong anak untuk mengembangkan kemampuan sosial, emosional dan berencana yang merupakan gangguan dari ADHD
Bimbingan orang tua
Melalui bimbingan, orang tua belajar untuk merespon kesulitan perilaku anak yang disebabkan oleh ADHD
Mencegah ADHD
Belum diketahui dengan jelas penyebab ADHD, namun untuk mencegah gangguan yang menggangu perilaku anak ini, baiknya dilakukan dari awal kehamilan.
Ibu hamil wajib menjauhi alkohol, rokok atau konsumsi makanan atau minuman yang dilarang oleh dokter.
Selain itu menjaga tingkatan stress saat hamil juga wajib diikuti ibu hamil.
Pola hidup sehat dapat membantu mencegah melahirkan anak dengan ADHD.
Faktanya, ADHD disebabkan oleh gangguan genetis dan beberapa faktor lingkungan lainnya.
Mengenal ADHD
ADHD merupakan salah satu gangguan yang menyerang jutaan anak di dunia, ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder dapat menyerang siapapun.
Anak dengan ADHD memiliki perbedaan dalam perkembangan otak dan aktifitas otak yang mempengaruhi perhatian, kemampuan duduk diam dan pengendalian diri.
Kondisi tersebut dapat mempengaruhi anak di rumah, sekolah dan masyarakat.
Ciri-ciri anak mengalami ADHD
Sudah menjadi hal umum bahwa anak-anak sulit untuk duduk diam, memberikan perhatian dan mengikuti aturan namun anak dengan ADHD akan mengalami kesulitan yang lebih.
Anak dengan ADHD mungkin akan memiliki beberapa ciri dibawah ini:
- Sulit memfokuskan perhatian
- Sulit konsentrasi
- Sulit mendengarkan dengan baik
- Melewatkan detail penting
- Tidak menyelesaikan apa yang dimulai
- Sering melamun
- Tampak linglung atau pelupa
- Gelisah
- Mudah bosan
- Sulit duduk diam
- Tetap diam saat dibutuhkan
- Tergesa memulai berbagai hal
- Ceroboh
- Bertindak dengan cara yang menggangu orang lain
- Bertindak implusif
- Bertindak terlalu cepat sebelum berpikir
- Melakukan hal-hal tanpa meminta izin
- Mengambil barang-barang yang bukan milik mereka
- Bertindak dengan cara beresiko
Penyebab Anak Bisa ADHD
Pestisida
Sebuah penelitian menemukan tingginya tingkat organofosfat (sejenis insektisida) pada urin penderita ADHD dan ibu yang mengandung (sehingga melahirkan bayi yang menderita ADHD).
Disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran organik.
Ibu yang merokok dan mengosumsi alkohol saat hamil
Janin yang terekpos nikotin (tembakau) dan alkohol, memiliki resiko dua kali lipat lebih tinggi terkena ADHD, atau fetal alcohol syndrome.
Zat tambahan pada makanan
Makanan yang dikonsumsi ibu juga sangat berpengaruh pada kemungkinan anak menderita ADHD, zat makanan yang dimaksud dapat berupa pewarna dan pengawet.
Pola makan yang salah
Makan terlalu banyak, memang tidak diperbolehkan, tapi terlalu membatasi asupan juga tidak baik. Terlalu membatasi makanan dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat-zat penting, yang salah satunya adalah untuk perkembangan otak.
Keturunan
Seseorang memiliki resiko empat kali lipat terkena ADHD jika salah satu orang tua mereka juga mengalami ADHD.
Racun
Banyak ditemukan pada mainan, kosmetik untuk anak dan makanan.
Melihat beberapa fakta penyebab ADHD diatas, hampir seluruhnya berasal dari makanan.
Sebagai saran, bawakan bekal sehat untuk anak, untuk menghindari anak banyak membeli jajanan yang tidak diketahui kandungannya.
Pengobatan ADHD
Pengobatan untuk ADHD biasa meliputi:
Obat
Untuk mengaktifasi otak agar anak dapat konsentrasi, duduk diam dan menggunakan kontrol diri
Terapi kelakuan
Terapis dapat menolong anak untuk mengembangkan kemampuan sosial, emosional dan berencana yang merupakan gangguan dari ADHD
Bimbingan orang tua
Melalui bimbingan, orang tua belajar untuk merespon kesulitan perilaku anak yang disebabkan oleh ADHD
Mencegah ADHD
Belum diketahui dengan jelas penyebab ADHD, namun untuk mencegah gangguan yang menggangu perilaku anak ini, baiknya dilakukan dari awal kehamilan.
Ibu hamil wajib menjauhi alkohol, rokok atau konsumsi makanan atau minuman yang dilarang oleh dokter.
Selain itu menjaga tingkatan stress saat hamil juga wajib diikuti ibu hamil.
Pola hidup sehat dapat membantu mencegah melahirkan anak dengan ADHD.
Mitos Dan Fakta Penyebab ADHD
Penyakit tipes atau dalam istilah kedokteran disebut typhoid fever atau demam tifoid merupakan infeksi bakteri pada saluran cerna yang dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ.
Mengetahui gejala tipes sangatlah penting, karena apabila lambat ditangani atau tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.
Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan.
Oleh Karena penyebabnya bakteri, maka Demam tifoid sangat menular.
Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka melalui feses (tinja), dan melalui urin.
Jika orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah kecil feses atau urine yang terinfeksi, maka mereka dapat tertular atau terinfeksi oleh bakteri, lalu akan muncul gejala tipes.
Gejala penyakit tipes biasanya akan mulai muncul sekitar satu atau dua minggu setelah seseorang terinfeksi dengan bakteri Salmonella typhi.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita mengenal gejala tipes secara dini agar segera mendapatkan pengobatan yang tepat.
Secara garis besar, berikut ciri-ciri dan gejala penyakit tipes yang dimaksud:
Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini akan cepat membaik dalam waktu tiga sampai lima hari.Namun jika tidak diobati, biasanya akan semakin memburuk selama beberapa minggu dan ada risiko komplikasi yang mengancam jiwa.
Namun demikian penyakit tipes dapat sembuh sendiri tanpa diobati, akan tetapi waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih, dan gejala tipes dapat kembali kambuh.
Penyakit ini memang dapat berkembang secara bertahap dari minggu ke minggu.
Gejala Tipes Minggu Pertama
Gejala Tipes Minggu Kedua
Jika tidak mendapat pengobatan untuk demam tifoid, maka dapat memasuk pada tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti:
Gejala Tipes Minggu Ketiga
Pada minggu ketiga, dapat mengalami:
Demam semakin tinggi dan disertai penurunan berat badan berlebihan.
Konjunctiva mata mulai terinfeksi, nafas meningkat (takipneu).
Perut semakin kembung atau distensi dan beberapa orang mengalami diare yang berbau, berwarna hijau kekuningan.
Gangguan kesadaran seperti apatis, kebingungan.
Peritonitis atau infeksi pada selaput pembungkus perut dapat terjadi.
Gejala Tipes Minggu Keempat
Mungkin terjadi perbaikan secara perlahan selama minggu keempat ini.
Namun tanpa pengobatan dapat berkembang menjadi lebih parah yang mengakibatkan penyebaran bakteri kedalam darah (bakteriemia).
Penyebaran ini dapat menginfeksi organ penting seperti jantung, otak dan ginjal.
Demam akan cenderung turun secara bertahap sampai suhu tubuh kembali normal dalam satu minggu sampai 10 hari.
Tapi tanda-tanda dan gejala dapat kembali sampai dua minggu setelah demam mereda.
Pertanyaan umum seputar tipes
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit tipes seperti di atas untuk mendapatkan kepastian diagnosis dan pengobatan.
Untuk memastikan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, antara lain:
Tes-tes lain yang dapat membantu mendiagnosis typhoid fever antara lain:
Pengobatan apa yang diperlukan untuk tipes?
Sebelum hasil kultur keluar, dokter akan memberikan antibiotik sesuai peta kuman.
Ketika dokter sudah memastikan diagnosisnya dengan kultur, maka pengobatan akan dilakukan.
Beberapa jenis obat seperti antibiotik, obat demam, obat mual dan lain-lain akan diresepkan sesuai kondisi penderita.
Khusus antibiotik harus dihabiskan, karena untuk menjamin bahwa semua bakteri penyebab tipes telah dilumpuhkan dan diusir dari tubuh.
Jika Anda menghentikan sebelum waktunya, maka ada kemungkinan masih ada bakteri tersisa dan bakteri yang tersisa ini dapat berubah menjadi lebih ganas karena lebih kebal terhadap obat.
Lebih lanjut mengenai obat tipes, pelajari di sini:
Pengobatan gejala tipes di rumah
Selain menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter demi mematikan bakteri dengan sempurna, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita gejala tipes agar penyakit tidak menjadi lebih parah dan bisa lebih lekas pulih.
Bahaya atau komplikasi yang paling serius dari demam tifoid adalah pendarahan usus karena bocor (perforasi) - dapat terjadi pada minggu ketiga.
Perforasi usus terjadi saat usus mengalami peradangan hebat yang akhirnya pecah (berlubang).
Jika hal ini terjadi, maka isi usus bocor ke rongga perut dan memicu tanda dan gejala, seperti sakit perut parah, mual, muntah dan infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis).
Komplikasi yang mengancam nyawa ini membutuhkan perawatan medis darurat berupa operasi.
Adapun komplikasi penyakit tipes lainnya yang mungkin terjadi meliputi:
Apa saja metode penyebaran penyakit tipes?
Tipes dapat menyebar/menular melalui kontaminasi makan dan minuman yang membawa bakteri Salmonella typhi.
Salah satu metode penularan ini adalah ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah / menyentuh makanan dan makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain.
Selain dari makanan, penggunaan kamar mandi yang terkontaminasi tipes juga dapat menularkan bakteri Salmonella typhi melalui tangan yang masuk ke mulut tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.
Metode penularan lainnya adalah melalui oral seks dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.
Bagaimana mencegah tipes?
Adakah vaksin untuk tipes?
Walaupun kurang populer, terdapat 2 jenis vaksin untuk tipes:
Kedua vaksin diatas tidak 100 persen efektif mengingat sifat vaksin yang hilang secara berkala.
Mengetahui gejala tipes sangatlah penting, karena apabila lambat ditangani atau tanpa pengobatan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian.
Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella typhi, bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan.
Oleh Karena penyebabnya bakteri, maka Demam tifoid sangat menular.
Orang yang terinfeksi bisa menularkan bakteri dari tubuh mereka melalui feses (tinja), dan melalui urin.
Jika orang lain makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi dengan sejumlah kecil feses atau urine yang terinfeksi, maka mereka dapat tertular atau terinfeksi oleh bakteri, lalu akan muncul gejala tipes.
Gejala penyakit tipes biasanya akan mulai muncul sekitar satu atau dua minggu setelah seseorang terinfeksi dengan bakteri Salmonella typhi.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika kita mengenal gejala tipes secara dini agar segera mendapatkan pengobatan yang tepat.
Secara garis besar, berikut ciri-ciri dan gejala penyakit tipes yang dimaksud:
- Demam dimulai dengan rendah dan semakin lama semakin tinggi, bisa mencapai hingga 39-40° C
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sakit perut
- Tidak nafsu makan
- Sembelit atau diare (Kecendrungannya, sembelit pada dewasa dan diare pada anak-anak)
- Ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil
- Pegal-pegal
- Lemas
- Rasa Kebingungan, seperti disorientasi tempat dan lingkungan
Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit tipes ini akan cepat membaik dalam waktu tiga sampai lima hari.Namun jika tidak diobati, biasanya akan semakin memburuk selama beberapa minggu dan ada risiko komplikasi yang mengancam jiwa.
Namun demikian penyakit tipes dapat sembuh sendiri tanpa diobati, akan tetapi waktu penyembuhannya dapat memakan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sepenuhnya pulih, dan gejala tipes dapat kembali kambuh.
Penyakit ini memang dapat berkembang secara bertahap dari minggu ke minggu.
Gejala Tipes Minggu Pertama
- Demam, awalnya rendah lama-lama meningkat hingga 103 atau 104 F (39,4 atau 40 C).
- Sakit kepala.
- Kelemahan dan kelelahan.
- Batuk kering.
- Tidak nafsu makan.
- Sakit perut.
- Diare atau sembelit.
- Ruam.
Gejala Tipes Minggu Kedua
Jika tidak mendapat pengobatan untuk demam tifoid, maka dapat memasuk pada tahap kedua dengan kondisi yang semakin memburuk, seperti:
- Demam tinggi tetap tinggi.
- Diare atau sembelit semakin parah.
- Perut kembung membesar.
- Pembesaran limpa (splenomegaly) ringan
- Denyut nadi mulai melemah (bradikardia)
Gejala Tipes Minggu Ketiga
Pada minggu ketiga, dapat mengalami:
- Mengigau.
- Terlihat sangat lemah dengan mata sayu setengah tertutup.
- Komplikasi yang mengancam jiwa sering muncul pada minggu ketiga ini.
Demam semakin tinggi dan disertai penurunan berat badan berlebihan.
Konjunctiva mata mulai terinfeksi, nafas meningkat (takipneu).
Perut semakin kembung atau distensi dan beberapa orang mengalami diare yang berbau, berwarna hijau kekuningan.
Gangguan kesadaran seperti apatis, kebingungan.
Peritonitis atau infeksi pada selaput pembungkus perut dapat terjadi.
Gejala Tipes Minggu Keempat
Mungkin terjadi perbaikan secara perlahan selama minggu keempat ini.
Namun tanpa pengobatan dapat berkembang menjadi lebih parah yang mengakibatkan penyebaran bakteri kedalam darah (bakteriemia).
Penyebaran ini dapat menginfeksi organ penting seperti jantung, otak dan ginjal.
Demam akan cenderung turun secara bertahap sampai suhu tubuh kembali normal dalam satu minggu sampai 10 hari.
Tapi tanda-tanda dan gejala dapat kembali sampai dua minggu setelah demam mereda.
Pertanyaan umum seputar tipes
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit tipes seperti di atas untuk mendapatkan kepastian diagnosis dan pengobatan.
Untuk memastikan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, antara lain:
- Hitung darah lengkap (CBC) akan menunjukkan peningkatan sel darah putih, namun bisa juga normal, atau bahkan rendah.
- Kultur darah,tinja atau sumsum tulang belakang selama minggu pertama demam dapat menunjukkan adanya bakteri S. typhi dalam darah.
Tes-tes lain yang dapat membantu mendiagnosis typhoid fever antara lain:
- Studi antibodi IgM/IgG anti S. typhi.
- Kultur feses pada minggu kedua.
- ELISA tes urine untuk mencari bakteri yang menyebabkan demam tifoid.
Pengobatan apa yang diperlukan untuk tipes?
Sebelum hasil kultur keluar, dokter akan memberikan antibiotik sesuai peta kuman.
Ketika dokter sudah memastikan diagnosisnya dengan kultur, maka pengobatan akan dilakukan.
Beberapa jenis obat seperti antibiotik, obat demam, obat mual dan lain-lain akan diresepkan sesuai kondisi penderita.
Khusus antibiotik harus dihabiskan, karena untuk menjamin bahwa semua bakteri penyebab tipes telah dilumpuhkan dan diusir dari tubuh.
Jika Anda menghentikan sebelum waktunya, maka ada kemungkinan masih ada bakteri tersisa dan bakteri yang tersisa ini dapat berubah menjadi lebih ganas karena lebih kebal terhadap obat.
Lebih lanjut mengenai obat tipes, pelajari di sini:
- Obat Sakit Tipes yang Bisa Dibeli di Apotek
- 20 Obat Tipes Tradisional Paling Ampuh, 100% Alami
Pengobatan gejala tipes di rumah
Selain menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter demi mematikan bakteri dengan sempurna, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita gejala tipes agar penyakit tidak menjadi lebih parah dan bisa lebih lekas pulih.
- Istirahat yang cukupKurangi kegiatan-kegiatan yang membuat Anda lelah seperti bekerja, olahraga, dan membereskan rumah. Dengan istirahat yang cukup maka tubuh dapat melawan bakteri lebih efektif lagi.
- Makan teraturMakanlah dengan porsi yang sedikit tapi dalam waktu yang lebih sering dibandingkan biasanya. Ini bertujuan agar tubuh Anda tetap diberikan asupan makanan tetapi tidak memberikan rasa mual yang berlebihan. Tipe makanan yang dikonsumsi sebaiknya yang bertekstur lembut seperti bubur dan sup.
- Hindari makanan pedas dan asam
Selain makan yang teratur, hindari juga makanan yang bersifat asam dan pedas karena dapat menyebabkan gejala tipes semakin parah.
- Hindari makanan yang tidak higienis atau jajanan pinggir jalan
Bagi penderita gejala tipes juga sangat disarankan untuk tidak jajan sembarangan terlebih dahulu. Makanan yang dikonsumsi harus dijaga kebersihannya agar gejala tipes tidak semakin parah.
- Banyak minum air putih
Agar cairan tubuh tetap terjaga, Anda disarankan banyak minum air putih terlebih bagi penderita gejala tipes yang mengalami diare.
- Rajin cuci tangan
Cucilah tangan sesering mungkin dengan sabun antiseptik terutama sebelum makan dan minum agar tangan tetap bersih dari bakteri yang menginfeksi tubuh Anda.
Bahaya atau komplikasi yang paling serius dari demam tifoid adalah pendarahan usus karena bocor (perforasi) - dapat terjadi pada minggu ketiga.
Perforasi usus terjadi saat usus mengalami peradangan hebat yang akhirnya pecah (berlubang).
Jika hal ini terjadi, maka isi usus bocor ke rongga perut dan memicu tanda dan gejala, seperti sakit perut parah, mual, muntah dan infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis).
Komplikasi yang mengancam nyawa ini membutuhkan perawatan medis darurat berupa operasi.
Adapun komplikasi penyakit tipes lainnya yang mungkin terjadi meliputi:
- Peradangan otot jantung (miokarditis).
- Peradangan lapisan dan katup jantung (endocarditis).
- Pneumonia (paru-paru basah).
- Peradangan pankreas (pankreatitis).
- Infeksi ginjal atau kandung kemih.
- Infeksi dan pembengkakan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meningitis).
- Masalah kejiwaan, seperti delirium, halusinasi dan psikosis paranoid.
Apa saja metode penyebaran penyakit tipes?
Tipes dapat menyebar/menular melalui kontaminasi makan dan minuman yang membawa bakteri Salmonella typhi.
Salah satu metode penularan ini adalah ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan dengan bersih sebelum mengolah / menyentuh makanan dan makanan tersebut dikonsumsi oleh orang lain.
Selain dari makanan, penggunaan kamar mandi yang terkontaminasi tipes juga dapat menularkan bakteri Salmonella typhi melalui tangan yang masuk ke mulut tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.
Metode penularan lainnya adalah melalui oral seks dengan seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi.
Bagaimana mencegah tipes?
- Rajin mencuci tangan. Secara berkala cucilah tangan Anda dengan sabun dan air bersih terutama sebelum makan. Jika air tidak tersedia, Anda dapat mengunakan cairan pembersih tangan yang banyak dijual di pasaran.
- Hindari makanan yang belum dimasak, jika Anda memang harus mengosumsi makanan mentah seperti lalapan, pastikan bahwa sayuran sudah dicuci bersih.
- Pilih air minum dalam kemasan. Air minum yang tidak steril dapat dengan mudah terkontaminasi bakteri, pastikan air yang Anda minum sudah melalui proses penyaringan yang tepat dan tidak dalam kemasan terbuka.
- Pilihlah makanan yang panas bila Anda makan diluar
- Kurangi makan dipinggir jalan yang tidak terjaga kebersihannya
- Vaksinasi
Adakah vaksin untuk tipes?
Walaupun kurang populer, terdapat 2 jenis vaksin untuk tipes:
- Melalui injeksi, biasa diberikan 1 minggu sebelum Anda mengunjungi atau melakukan aktifitas yang beresiko tinggi terhadapa bakteri penyebab tipes
- Secara oral, kapsul diminum sehari sekali selama 4 hari
Kedua vaksin diatas tidak 100 persen efektif mengingat sifat vaksin yang hilang secara berkala.
Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Tipes Yang Mudah Dikenali
Tidur yang cukup adalah salah satu syarat yang penting untuk menjaga kesehatan.
Terutama bagi anak-anak, jam tidur tambahan (tidur siang) sangat dibutuhkan.
Selain untuk pertumbuhan, tidur sejenak (atau nap) juga dapat menghindari anak dari kelelahan dan dari kesulitan tidur dimalam hari.
Selama anak tidur, orang tua juga memiliki waktu untuk mengerjakan tugas sehari-harinya.
Selama anak tidur, orang tua juga memiliki waktu untuk mengerjakan tugas sehari-harinya.
Kebutuhan jam tidur memang berbeda untuk setiap orang.
Acuan kebutuhan jam tidur juga dapat dibagi sesuai umur, yaitu :
Acuan kebutuhan jam tidur juga dapat dibagi sesuai umur, yaitu :
- Dibawah usia 6 bulan
Dibutuhkan jam tidur kurang lebih 16 sampai dengan 20 jam sehari. Bayi seumur ini umumnya hanya bangun 2 sampai 3 jam untuk makan. Saat bayi memasuki usia 4 bulan, ritme tidurnya akan lebih stabil.
- 6 sampai 12 bulan
Bayi usia ini, biasanya tidur siang selama 3 sampai 4 jam, tidur 11 jam dimalam hari dan tidak perlu bangun (dimalam hari) untuk makan.
- Usia 1 sampai 3 tahun
Balita umumnya butuh tidur 10 sampai 13 jam, termasuk tidur siang 1 sampai 3 jam. Hindari anak tidur sejenak sebelum jam tidur malamnya, karena akan membuatnya sulit tidur.
- Usia 3 sampai 5 tahun
Balita seumur ini, butuh tidur 10 sampai 12 jam sehari. Biasanya masih membutuhkan tidur siang, namun jika tidak memungkinkan, anak Anda butuh tidur malam lebih awal.
Jika anak kurang tidur, dampaknya, anak akan cepat lelah, kurang konsentrasi bahkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya disekolah.
Menciptakan rutinitas tidur anak tidaklah terlalu sulit, jika anak Anda mulai rewel dan menggosok-gosok matanya, segera letakan ditempat tidurnya.
Bagi sebagian anak, musik, cahaya yang redup dan cerita pendek dapat menjadi penghantar tidur yang baik.
Untuk anak usia 3 tahun keatas, tidur siang mungkin menjadi pilihan kedua setelah bermain.
Untuk mengatasinya, misalnya, berikan anak Anda buku cerita, agar ia dapat bermain tenang dan tidur dengan sendirinya.
Jangan khawatir jika anak Anda tidur siang, selama jumlah jamnya tidak berlebihan, hal ini tidak akan mengganggu jam tidurnya dimalam hari.
Anak yang rajin tidur siang, akan lebih tenang dan nyenyak saat tidur dimalam hari.
Anak yang jarang tidur siang dan sangat kelelahan, justru akan sering terbangun dimalam hari.






